Ball Press Ilegal

VIRAL Masyarakat Ambil Paksa Ball Press Ilegal saat Diamankan Bea Cukai Teluknibung Tanjungbalai

Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan puluhan masyarakat mengambil paksa ball press ilegal yang diamankan oleh Bea Cukai Teluknibung.

TRIBUN-MEDAN.com, TANJUNGBALAI - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan puluhan masyarakat mengambil paksa ball press ilegal yang diamankan oleh Bea Cukai Teluknibung Tanjungbalai di Jalan Jendral Sudirman, Kelurahan Gading, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai.

Dalam video tersebut terlihat masyarakat secara membabi buta merebut kembali ball press ilegal yang hendak dibawa oleh petugas Bea Cukai dari salah satu gudang pengiriman barang.

Data yang dihimpun tribun-medan.com, ada sekitar 20 ball press ilegal berisikan sepatu bekas yang berhasil direbut kembali oleh masyarakat sebelum berhasil di bawa oleh Bea Cukai Teluknibung.

Baca juga: BERITA Populer Hari Ini, Pekerja Kafe Dianiaya hingga Patroli Rutin Penyaluran SPBU

Sehingga hanya tiga bal yang saat ini berhasil diamankan oleh petugas.

Lia Maysarah, Kasi kepatuhan internal, dan penyuluhan Bea Cukai Teluknibung membenarkan kejadian tersebut.

Menurutnya, petugas tidak dapat berbuat banyak karena kekurangan personel.

"Awalnya dari tim Intelejen dapat informasi adanya barang bal masuk dan petugas ke lokasi, yang saat itu masih dua orang. Tiba-tiba masyarakat datang dengan jumlah yang cukup banyak. Sehingga dikerahkan petugas untuk membantu," ujar Lia, Rabu(21/9/2022).

Katanya, dari lokasi awalnya ada 26 buah bal press yang dikirim melalui pengiriman tersebut. Namun, Bea Cukai Teluknibung hanya berhasil mengamankan tiga bal.

Ia juga mengaku, saat ini masih melakukan penelitian dan penyelidikan terhadap kasus tersebut dan berencana akan mencari siapa pemilik barang bekas tersebut.

Baca juga: FAKTA-fakta Pria Bacok Mantan Istri, Pelaku Tak Terima Diceraikan hingga Asah Parang Setiap Hari

"Tim P2(Pengawasan dan penindakan) sedang melakukan penelitian terhadap kasus ini. Kaki masih memeriksa saksi-saksi," katanya.

Kata Lia, pelanggaran yang dilakukan oleh para pelaku merupakan barang bekas yang masuk secara ilegal dan tanpa Cukai. Sehingga dapat merugikan negara.

Sementara dalam video viral tersebut, terlihat masyarakat merebut kembali barang bekas tersebut dengan menggunakan becak motor hingga mobil pikap. 

(cr2/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved