Breaking News:

Berita Seleb

Gegara Makan Tutut, Livy Renata Masuk IGD Terkena Muntaber, Mengaku Badannya Sakit

Di momen itulah ia merasa keracunan dari tutut yang disajikan bersama makanan seafood lainnya hingga membuat dirinya muntah-muntah.

Editor: heryanto
Tribun Medan
Livy Renata masuk IGD gegara makan tutut 

Gegara Makan Tutut, Livy Renata Masuk IGD Terkena Muntaber, Mengaku Badannya Sakit

TRIBUNMEDAN.COM, JAKARTA - Livy Renata mengaku terkena muntaber setelah mencicipi makanan seafood olahan keong sawah alias tutut.

Ia sempat membagikan momen ketika dirinya dilarikan ke IGD Rumah Sakit karena muntaber.

Saat ditemui di CGV FX Sudirman, Livy menjelaskan kronologi dirinya bisa terkena muntaber akibat makan tutut.

"Jadi kemairn itu sempat awalnya makannya makanan seafood habis makan tutut, terus besoknya muntaber," beber Livy Renata.

"Aduh gila, jadi di saat itu I ngerasain (sakit), ya jadi I langsung muntah-muntah itu doang," terang Livy.

Baca juga: Bikin Livy Renata Keracunan Hingga Dilarikan ke UGD, Inilah Cara Mengolah Tutut Agar Aman Dimakan

Ia mengatakan saat itu dirinya sedang ada di sebuah acara bersama teman-temannya, lalu ada hidangan seafood yang disajikan untuk makan bersama.

Di momen itulah ia merasa keracunan dari tutut yang disajikan bersama makanan seafood lainnya hingga membuat dirinya muntah-muntah.

"Awalnya itu keracunan ada acara gitu guys mereka kan disitu bawa seafood aku tuh nggak bisa makan seafood," terang Livy.

"Tapi ternyata jadinya muntaber parah banget guys," lanjutnya dikutip Tribunnews.com: Cerita Livy Renata Masuk IGD Gara-gara Muntaber Usai Makan Tutut, Mengaku Badannya Sakit

Momen Livy Renata masuk rumah sakit dan harus menjalani perawatan karena muntaber viral di media sosial.

Kala itu beredar unggahan Instagram Story ketika Livy berada di rumah sakit usai makan tutut yang baru pertama kali dikonsumsi olehnya.

Mengenal Tutut, Keong Sawah yang Dimakan Livy Renata sebelum Muntaber

Lantas apa sebenarnya tutut itu? Benarkah dapat membuat keracunan?

Tutut merupakan nama yang populer yang biasa disebut oleh masyarakat Indonesia untuk keong sawah.

Hewan yang memiliki nama latin Pila ampullacea ini termasuk hewan air, tapi juga bisa hidup di darat dalam waktu yang sebentar.

Mengutip jurnal Biologi Lipi, hewan ini memiliki ukuran cangkang yang dapat mencapai tinggi 100 mm dengan garis-tengah ±100 mm.

Baca juga: Kenapa Livy Renata, Sampai Masuk UGD Gara-gara Makan Tutut : Perut Aku Lebay Banget

Keong ini hidupnya di perairan tawar dataran rendah, seperti di rawa, danau, sungai berarus lambat dan juga di kolam.

Daerah penyebarannya cukup luas, terdapat di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam.

Di beberapa daerah, tutut telah biasa diolah menjadi makanan dan cukup banyak disukai orang.

Kaya Protein

Menurut penelitian dari Positive Deviance Resource Centre, dalam 100gram keong sawah mengandung sejumlah kandungan gizi, yaitu 12 persen protein, 217 mg kalsium, 81 gram air dengan jumlah kolesterol rendah.

Kandungan vitamin pada keong sawah cukup tinggi didominasi vitamin A, E, Niacin, dan folat.

Selain itu, keong sawah juga mengandung mikronutrien berupa mineral, terutama kalsium yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Keong tutut juga dapat dijadikan sebagai obat penyakit liver atau hepatitis A karena mengandung protein yang cukup tinggi.

Protein yang terdapat di dalam keong tutut dapat meningkatkan ketahanan tubuh.

Bisa Menjadi Racun

Tutut bisa menjadi makanan kuliner yang cukup lezat, biasanya dimasak dengan bumbu kuning yang gurih hingga pedas.

Namun, tutut juga bisa menjadi makanan yang berbahaya, terlebih beracun.

Hal ini bisa terjadi jika dalam proses memasaknya kurang bersih dan tak sempurna.

Pasalnya, keong sawah ini bisanya hidup di habitat yang berlumpur sehingga rawan membawa parasit dan cacing.

Keong sawah juga membawa sisa pestisida di tubuhnya sehingga membuatnya beracun.

Oleh karenanya, tutut perlu diolah dengan baik dan sempurna agar aman dikonsumsi dan tak menjadi racun. (*)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved