Breaking News:

News Video

Ketua DPRD Sergai Duga Ada Intervensi Pergantian Dirinya, Sebut Mekanisme Partai Tak Dijalankan

Riski Hasibuan menyebut pergantian dirinya dilakukan tanpa melalui sidang diinternal partai Gerindra.

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Riski Hasibuan menyebut pergantian dirinya dilakukan tanpa melalui sidang diinternal partai Gerindra.
Dia menuding pergantian dirinya sebagai Ketua DPRD Sergai dilakukan tanpa menjalankan mekanisme partai.

"Walau pun situasi yang sama sama kita tau kondisi jabatan saya langsung digantikan tanpa adanya sidang partai dan ini juga menjadi catatan bagi saya bawasanya mekanisme partai tidak dilaksanakan. Harusnya kan dijabarkan apa apa saja (alasan pergantian), tapi saya tidak menerima itu," kata Riski, Kamis (22/9/2022).

Selain itu, Riski juga mengaku ada beberapa agenda rapat paripurna usulan pergantian dirinya dilakukan tanpa terlebih dahulu berkoordinasi dengan dirinya sebagai Ketua DPRD.

"Ada beberapa memang yang dilakukan tanpa koordinasi dengan saya," sambung Riski.

Dia pun menduga, ada intervensi oknum oknum tertentu dibalik pencekalan dirinya sebagai Ketua DPRD Serdang Bedagai.

Dia yakin, atas desakan pihak pihak tertentu tersebutlah yang membuat pergantian dirinya sebagai pimpinan DPRD Sergai dilakukan.

"Namun bagi saya mungkin ada intervensi atau ada tekanan saya kurang tau. Tapi paling tidak rekan rekan sudah pahamlah situasi di Serdang Bedagai ini," kata Riski.

"Saya tidak dapat menyalahkan siapa pun namun pasti ada oknum oknum yang punya kepentingan. Saya akan tetap berbuat untuk masyarakat selama di DPRD," tutupnya.

Meski pun begitu, Riski merasa legowo atas usulan pergantian dirinya sebagai pimpinan DPRD oleh DPP Partai Gerindra.

Riski mengatakan dirinya menghargai putusan tersebut dan tidak akan melakukan gugatan atas putusan partai Gerindra kepadanya.

"Dan saya akan menghormati segala keputusan partai dan tidak akan melakukan gugatan. Kalau menurut saya itu hak partai politik, karena untuk menentukan pimpinan DPRD itu adalah partai. Mungkin menurut saya partai gerindra sudah punya mekanisme secara AD ART partai. Bagi saya pergantian ini sebagai hal yang biasa," kata Riski.

Dia lantas menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai keputusan partai Gerindra tersebut.

Menurut dia, selama menjabat sebagai ketua DPRD Serdang Bedagai tidak pernah melakukan pelanggaran etik.

Bahkan Riski mengatakan dia benar benar turun menyerap aspirasi masyarakat di Serdang Bedagai.

"Tapi kita kembalikanlah kepada masyarakat yang menilai. Karena menurut saya apa yang saya lakukan selama menjadi ketua DPRD Serdang Bedagai saya benar benar turun dan membantu masyarakat," kata dia.

"Meski itu nanti ada yang menganggap negatif saya kembalikan kepada masyarakat yang menilai. Dan hari ini saya tetap berupaya untuk menjadi yang terbaik," sebutnya.

(cr17/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved