Berita Medan

KONDISI Siswi Korban Bully di Medan, Tak Masuk Sekolah, Orang Tua Tetap Lanjutkan Proses Hukum

Video berdurasi 54 detik tersebut menunjukkan seorang siswi yang dijambak dan dipukuli hingga terjatuh. 

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
Grafis Tribunwow/Kurnia Aji Setyawan
Ilustrasi - Korban Bully 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Beberapa waktu lalu beredar video seorang siswi yang menjadi korban bully atau perundungan di Medan. 

Video berdurasi 54 detik tersebut menunjukkan seorang siswi yang dijambak dan dipukuli hingga terjatuh. 

Hal ini pun sudah dilaporkan oleh korban ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Medan. 

Baca juga: Kini Sukses, Aktor Tampan Ini Pernah Rasakan Makan di Toilet Sekolah usai Jadi Korban Bully Senior

Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 27, Renaldi Purwanto, mengatakan, pada Rabu, (21/9/2022) pihaknya sudah diundang oleh Polrestabes Medan. 

"Kita diminta menghadirkan anak dan saksi, dalam hal ini anak bernama ATS hadir bersama orang tuanya, sedangkan saksi dan A saya yang mewakili," ujar Renaldi kepada Tribun, Kamis (22/9/2022). 

Renaldi juga mengatakan saat di Polrestabes kedua pihak sudah saling bermaafan, kedua belah pihak sudah saling berpelukan dengan harapan untuk bisa berdamai.

Mengingat mereka semua masih dibawah umur. 

"Di Polrestabes sudah saling maaf-maafan, anak-anak juga sudah saling berpelukan. Namun, orang tua yang sudah meminta perlindungan kepada KPAI meminta kasus ini proses hukumnya tetap berjalan.

Besar harapan kita orang tua siswi ini berubah pikiran. Karna yang akan rugi anak-anak juga, mereka masih harus bersekolah. Saya sudah bermohon juga kepada KPAI bagaimana pun juga keduanya anak kami disekolah," jelasnya. 

Baca juga: Terungkap Artis Cantik Ini Jadi Korban Bully sejak Usia 9 Tahun, Kini Ceritakan Kisah Cintanya

Dijelaskan Wakil Kepala Sekolah tersebut, saat ini ATS tak kunjung masuk sekolah. 

"Kita belum tau proses lanjutannya bagaimana, tapi setelah kejadian tersebut si anak sampai hari ini belum masuk sekolah. Kita sudah mencoba komunikasikan agar jangan sampai anak putus sekolah.

Untuk pelaku dan penyebar video pihak sekolah sudah memberikan hukuman skorsing selama dua minggu," sebutnya.

(cr26/tribun-medan.com) 
 
 
 

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved