Breaking News:

News Video

Lenyapkan Emas Nasabah Senilai Rp 1,8 M, Kejari Medan Tahan Oknum Pegadaian Syariah Setiabudi Medan

Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan gelar Press Realese perkara penggelapan harta benda di gedung Kejari Medan

Penulis: Edward Gilbert Munthe | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan gelar Press Realese perkara penggelapan harta benda di gedung Kejari Medan, Kamis(22/9/2022).

Terdakwa yaitu Eks Kepala Cabang Pegadaian Syariah Setiabudi Medan berinisial A (46) dan anggotanya M (35) sebagai tersangka korupsi atas raibnya 1,8 Kg emas di Pegadaian.

Perbuatan keduanya mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1,8 miliar.

Usai ditetapkan sebagai tersangka, Kejari Medan langsung menjebloskan A ke Rumah Tahanan (Rutan) Tanjung Gusta Medan, dan M dijebloskan ke Rutan Perempuan Kelas II A Medan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Wahyu Sabrudin melalui Kasi Pidsus Agus Kelana menetapkan kedua tersangka karena dianggap bertanggung jawab atas hilangnya emas di PT Pegadaian Syariah Cabang Setiabudi Medan. Berdasarkan hasil audit, ditemukan kerugian negara mencapai Rp 1.825.431.565.

"Setelah pemeriksaan beberapa saksi dan kami telah menyita beberapa dokumen atas arahan Bapak Kajari, menetapkan dua orang tersangka sebagai pertanggungjawaban dalam perkara ini," kata Agus. 

Agus menjelaskan, M adalah pegawai pengelola penyimpanan emas yang bertanggungjawab atas hilangnya 36 kredit emas nasabah, dengan estimasi senilai Rp 919. 099.000 dan hilangnya 1 Kg emas agunan nasabah di PT Pegadaian. 

"Penggelapan 36 kredit emas ini terungkap setelah adanya nasabah yang meminta ganti rugi karena emasnya tidak ada saat kreditnya lunas," bebernya.

Informasi soal ini kemudian didalami pihak internal yang kemudian melakukan audit. Setelah diaudit, terungkap juga fakta bahwa sepanjang tahun 2021, atau selama A menjabat sebagai Kacab, ada 1 Kg emas agunan nasabah yang hilang dari brankas. 

Hasil audit ini kemudian disampaikan ke Kejari Medan, kemudian melakukan penyelidikan dan penyidikan hingga menetapkan A dan M sebagai tersangka. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved