Breaking News:

Berita Medan

Polisi Upayakan Perdamaian dalam Kasus Perundungan Siswi SMP di Medan

Dia menjelaskan bila nanti didalam proses penyelidikan berlangsung pelapor berubah pikiran, maka ruang untuk Restorative Justice tetap dibuka.

TRIBUN MEDAN/HO
Kejadian Perundungan dialami siswi SMP di Medan 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN - Polrestabes Medan masih menyelidiki terkait kasus perundungan yang dialami siswi SMP di Kota Medan. 

Polisi mengaku sudah berupaya untuk mendamaikan dua pihak di kasus ini, namun pelapornya menolak.

"Tadi kita upayakan untuk melakukan Restorative Justice atau perdamaian. Akan tetapi, pelapor menginginkan agar perkara tersebut tetap dilanjutkan," Kanit PPA Polrestabes Medan AKP Madianta Ginting, kamis (22/9/2022).

Dia menjelaskan bila nanti didalam proses penyelidikan berlangsung pelapor berubah pikiran, maka ruang untuk Restorative Justice tetap dibuka.

"Untuk sejauh ini proses penyelidikan masih berlangsung. Belum ada penetapan tersangka. Untuk saksi sudah ada beberapa yang dimintai keterangan," ucapnya.

Sebelumnya beredar video di media sosial aksi siswi jadi korban perundungan siswi lainnya di Kota Medan. Diduga siswi itu dianiaya teman sekolahnya.

Pantauan Tribun Medan, Selasa (20/9/2022), video berdurasi 54 detik yang viral di sosial media itu,terlihat ada seorang siswi dijambak dan dipukuli hingga jatuh tersungkur.

Saat dikonfirmasi, melalui Wakil Kepala Sekolah tempat siswi tersebut menimba ilmu, Renaldi Purwanto mengatakan, perundungan yang dilakukan sesama siswi tersebut terjadi pada tanggal 6 september 2022.

Pemicu perundungan tersebut akibat AN (Korban)  membulying AJ (Pelaku) dengan kata "lonte" di waktu pembelajaran sekolah, hingga keributan keduanya berlanjut pada jam pulang sekolah yang terjadi tak jauh dari sekolah tersebut.

"Pemicu ini akibat korban sering melakukan bully kepada si pelaku, dan pada saat itu keributan pun berlanjut pada jam pulang sekolah yang terjadi tak jauh dari lokasi sekolah," ucap Renaldi Purwanto,selasa (20/9/2022).

Pada saat perkelahian tersebut salah satu siswi yang menyaksikan merekam keributan tersebut hingga tersebar di sosial media.

Setelah vidio rekaman tersebut viral disosial media,orang tua dari AN tidak terima lantas melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Medan pada tanggal (8/9).

"Saat kejadian salah satu siswi yang menyaksikan merekam keributan itu,hingga vidio itu yersebar ke sosial media. Yang dimana orang tua korban tak terima lantas melaporkan ke Polrestabes Medan," ucap Renaldi.

(cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved