Brigadir J Ditembak Mati

SAMBO Gugat Polri Gegara Tak Terima Dipecat, Pengamat: Cuma Mengulur Waktu

Usai dipecat polri, Ferdy Sambo kembali melakukan perlawanan dengan menggugat polri ke PTUN atas sanksi pemecatan tidak hormat.

Editor: jihan fikriyah

TRIBUN-MEDAN.COM - Usai dipecat polri, Ferdy Sambo kembali melakukan perlawanan dengan menggugat polri ke PTUN atas sanksi pemecatan tidak hormat.

Ini merupakan langkah hukum ke dua Ferdy Sambo setelah dipecat.

Sebelumnya ia mengajukan banding atas putusan pemecatan pertama, namun ditolak.

Menanggapi hal itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo angkat bicara.

Dedi mengatakan, Polri siap menghadapi kemungkinan gugatan hasil putusan sidang etik banding yang menolak permohonan banding para pelanggar dengan sanksi pemecatan dari kepolisian, salah satunya Ferdy Sambo.

Sementara itu, pengamat kepolisian dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Bambang Rukminto mengatakan bahwa Ferdy Sambo berpeluang mengajukan gugatan ke PTUN atas putusan sidang etik tersebut.

Menurut Bambang, yang menjadi objek dalam PTUN itu adalah soal kebijakan sebuah institusi, dalam hal ini Surat Keputusan (SKep) PTDH dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit.

"Problemnya apakah mekanisme dalam PTDH itu sudah benar atau tidak? Kalau sudah benar, artinya itu upaya FS untuk mengulur waktu saja," ujar Bambang.

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved