Berita Sumut

INILAH Petunjuk Awal Terungkapnya Pelaku Pembunuh Harlen Sinaga, Ada Kecurigaan Keluarga

Setelah melihat ada bekas luka pada bagian kepala korban, keluarga sontak curiga dan langsung memberikan laporan ke pihak kepolisian.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Royandi Hutasoit

TRIBUN-MEDAN.com, HUMBAHAS - Usai pembunuhan korban Harlen Sinaga (48), keluarga korban temukan jasad korban di perladangan milik korban. Korban ditemukan pada sebuah kolam lalu diangkat ke luar.

Setelah melihat ada bekas luka pada bagian kepala korban, keluarga sontak curiga dan langsung memberikan laporan ke pihak kepolisian.

Laporan keluarga yang diwakilkan Kennedi Sinaga menjadi titik awal pengungkapan kasus tersebut. Laporan tersebut termaktub dalam LP/144/VIII/2022/HBS pada tanggal 29 Agustus 2022, sehari setelah pembunuhan korban. 

Pembunuhan Harlen Sinaga dilakukan oleh Hinsa Sianturi (50), selingkuhan istri korban. Hinsa Sianturi menggunakan sepotong kayu dan memukul korban hingga meninggal dunia.

Percakapan antara Hinsa Sianturi dan Harlen Sinaga sempat terjadi. Hinsa Sianturi memperbincangkan soal produk pertanian Harlen Sinaga.

Saat menyempot tomat yang ada di ladang milik Harlen Sinaga, Hinsa Sianturi melangkah kearah belakang Harlen dan memukulnya bagian kepala belakang.

Tak sanggup menahan kerasnya benturan pada bagian kepala belakang, Harlen Sinaga terjatuh.

Lalu, alat semprot elektrik yang masih menempel pada punggung korban segera dilepaskan Hinsa Sianturi. Ia pun menyeret korban ke selokan dan memukul korban berulang kali di beberapa bagian tubuh yang lain.

Dari hasil penyeledikan kepolisian, ada sejumlah luka yang ditemukan pada tubuh korban; luka robek pada bagian alis sebelah kanan, bagian pipi sebelah kanan, bibir atas, dahi sebelah kanan, kepala sebelah kiri, telinga kiri dan kepala belakang.

Hinsa Sianturi meyakini korban sudah meninggal. Ia pun mendorong tubuh korban pada kolam yang berada di ladang tersebut. Bukan hanya korban, semprot elektrik milik korban dibuang ke kolam tersebut.

Setelah membunuh korban, Hinsa Sianturi membuang kayu tersebut ke semak-semak yang berada di sekitar perladangan tersebut.

Hinsa Sianturi segera keluar dari kawasan perladangan dan menelepon istri korban, Anita Manullang yang kemudian ditetapkan sebagai otak pembunuhan. Ia menelepon Anita Manullang karena ia melihat ada panggilan tak terjawab.

Dalam percakapan dengan Anita Manullang, Hinsa Sianturi meminta uang.

Mereka sepakat bertemu di pertengahan jalan dan Anita Manullang memberikan uang sebesar Rp 400 ribu kepada Hinsa Sianturi.

Seluruh adegan dugaan pembunuhan tersebut dirangkai dalam 34 adegan. Rekonstruksi tersebut digelar di Mapolres Humbahas pada Kamis (22/9/2022).

Kasat Reskrim Polres Humbahas Iptu maruli Purba Tanjung menjelaskan bahwa motif pembunuhan tersebut adalah soal asmara dan keadaan ekonomi.

“Untuk motif, sesuai apa yang disampaikan HS dan AM, yang pertama, ada hubungan asmara antara HS dan AM. Asmara tersebut telah terjalin selama 3 bulan,” ujar Kasat Reskrim Polres Humbahas Iptu Maruli Purba Tanjung pada saat rekonstruksi, Kamis (22/9/2022).

“Perencanaan pembunuhan itu terjadi pada 26 Agustus 2022. Kemudian tanggal 27 Agustus 2022, gagal. Dan eksekusinya pada tanggal 28 Agustus 2022,” pungkasnya.

(cr3/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved