Breaking News:

Berita Seleb

Kasus Dugaan Ijazah Palsu Razman Naik ke Tahap Penyidikan Polda Sumut, Ini Apresiasi Hotman Paris

Kasus dugaan ijazah palsu Sarjana Hukum (SH) Razman Arif Nasution dikabarkan telah naik ke tahap penyidikan Polda Sumut.

Editor: Abdi Tumanggor
Instagram Hotmanparisofficial
Hotman Paris apresiasi Polda Sumut terkait kasus dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution naik ke tahap penyidikan. 

Saat diwawancarai, Evi mengaku sengaja menjadi saksi secara sukarela atas laporan warga Medan, Syamsul Chaniago.

Ia mengaku turut menjadi korban Razman Arif Nasution yang diduga memakai ijazah palsu karena pernah menggunakan jasanya saat terjerat kasus pada tahun 2014 lalu.

"Kalau saya jadi saksi karena saya juga pernah dipegang oleh Razman dan hampir sama kasusnya. Saya sebagai korban.
Saya istri pak Gatot Pujo Nugroho. Pada saat Razman pegang kasus saya di KPK,"kata Evi Susanti, Senin (29/8/2022) di depan gedung Dirreskrimum Polda Sumut.

Evi Susanti (kemeja hijau), Istri mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho didampingi kuasa hukumnyasaat diwawancarai di Polda Sumut, Senin (29/8/2022). Evi menjadi saksi dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution yang dilaporkan warga Medan.
Evi Susanti (kemeja hijau), Istri mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho didampingi kuasa hukumnyasaat diwawancarai di Polda Sumut, Senin (29/8/2022). Evi menjadi saksi dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution yang dilaporkan warga Medan. (TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO)

Evi menjelaskan saat memberikan kuasa kepada Razman, ia dan suaminya telah menyerahkan uang sekitar Rp 1,2 Miliar ke Razman. Namun tak lama kemudian Razman mencabut kuasanya sebagai pengacara Evi dan Gatot Pujo Nugroho.

Evi Susanti menyebut dirinya sengaja datang dari Jakarta ke Polda Sumut untuk memberikan keterangan kepada penyidik soal dugaan ijazah palsu Razman.

Menurutnya Razman selama ini diduga menipu masyarakat atau kliennya karena menjadi pengacara dengan ijazah palsu dari universitas Ibnu Chaldun.

Dugaan ijazah palsu Razman ini didapat Evi usai pihaknya melakukan penelusuran ke Universitas Ibnu Chaldun di Jakarta.

Universitas Ibnu Khaldun ini memiliki dua versi namun yang asli dan terdaftar bukan universitas Ibnu Khaldun tempat Razman kuliah. Bahkan salah satu petinggi di Universitas Ibnu Chaldun tempat Razman sedang diadili karena pemalsuan dokumen dan dugaan jual beli.

Selain itu, berdasarkan hasil penelusuran pihaknya melalui Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Teknologi Razman tidak terdaftar sebagai mahasiswa Ilmu Hukum.

"Ibnu Chaldun yang di Rawamangun sudah melaporkan ke Polda Metro Jaya terkait ijazah yang dikeluarkan bukan dari Ibnu Chaldun. Ibnu Khaldun kan versinya ada dua, tetapi yang memiliki izin Ibnu Chaldun Rawamangun yang memiliki izin dari kementerian pendidikan,"ucapnya.

Evi pun meminta Polda Sumut serius menangani kasus dugaan Ijazah palsu yang menjerat Razman agar tak ada korban lainnya. Menurutnya kelakuan Razman merugikan banyak orang karena diduga ada unsur penggelapan dan penipuan.

"Ada unsur penggelapan juga, penipuan dari penggunaan ijazah palsu sebagai advokat. Ngaku-ngaku sebagai advokat itu. Berita acara sumpahnya juga dicabut,"ucapnya.

Sebelumnya, Razman Arif Nasution dilaporkan ke Polda Sumut oleh Syamsul Chaniago, warga Kota Medan.

Laporan dugaan ijazah palsu Razman Arif Nasution itu sebagaimana yang tertuang dalam bukti laporan STTLP/B/1300/VII/2022/SPKT / POLDA SUMUT tanggal 21 Juli 2022.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved