Kisah Warga Kurang Mampu

Kisah Pilu Boy, Tinggal di Rumah yang Nyaris Roboh dan Kebanjiran

Kisah pilu warga Kabupaten Sergai, tinggal di rumah yang nyaris roboh dan selalu kebanjiran di saat hujan turun

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Syahril Akmal (65) atau yang akrab disapa pak Boy saat ditemui di rumahnya yang ada di Jalan Belidaan, Desa Simpang Ampat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. /Anugrah Nasution. 

TRIBUN-MEDAN.COM,SERGAI- Syahril Akmal atau yang karib disapa Boy, warga Jalan Belidaan, Desa Simpang Ampat, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Sergai ini punya kisah pilu.

Sudah lima tahun belakangan ini, Boy tinggal di rumah yang nyaris roboh dan selalu kebanjiran.

Saat ditemui, Boy yang sehari-hari bekerja serabutan ini mengatakan rumah yang dalam kondisi nyaris roboh itu sempat akan dibongkar.

Tapi karena terkendala surat tanah, rencana perbaikan akhirnya ditunda.

Baca juga: Kepala Desa Ungkap Detik-detik Pencuri Tembak Polisi Hingga Roboh di Kabupaten Sergai

"Karena surat tanah sama adik ku, dia yang pegang, jadi kemarin tidak jadi diperbaiki. Itu dari desa (rencana bantuannya), kalau dari kabupaten belum ada tawaran bantuan," kata Boy, memulai cerita, Jumat (23/9/2022).

Dari amatan Tribun-medan.com, rumah yang dihuni Boy dan istrinya Sriyani ini kondisinya sudah miring. 

Tiang tiang penyangga terlihat lapuk.

Begitu juga dengan dinding yang terbuat dari papan dan pelepah nipah telah ringsek dan usang dimakan waktu. 

Baca juga: Rem Blong, Truk Menabrak Tiang Listrik hingga Roboh, Warga Teriak dari Kejauhan

Sementara dari dalam rumah menyembul sinar matahari karena seng rumah yang sudah bolong dan tak lagi utuh.

Lantai rumah pun langsung tanah, yang hanya dilapisi papan saja. 

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved