Berita Sumut

Pascakenaikan Harga BBM, Dishub Sumut Sepakat Tarif Kapal Penyeberangan Naik Maksimal 30 Persen

Dishub Provinsi Sumatera Utara sepakat menaikan tarif kapal penyeberangan sebesar 20 persen batas bawah dan tarif batas atas 30 persen.

Tribun Medan
KMP Belanak - Kapal Fery penyeberangan dari dan ke Pulau Nias 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumatera Utara sepakat menaikan tarif kapal penyeberangan sebesar 20 persen batas bawah dan tarif batas atas 30 persen.

Penyesuaian tarif kapal penyeberangan di Sumut ini diatur sesuai Peraturan Menteri (Permen) Perhubungan Nomor 66 Tahun 2019 tentang Mekanisme Penetapan Formulasi Perhitungan Tarif Angkutan Penyeberangan.

“Selasa sudah disepakati tarif kapal penyeberangan, diputuskan oleh pak Kadis 20 sampai 30 persen. Artinya, kenaikan minimal 20 persen dan maksimal kenaikan 30 persen,” kata Kepala Bidang Pelayaran Dishub Sumut, Khairul Anwar, saat dikonfirmasi, Jumat (23/9/2022).

Baca juga: Mulai 1 Oktober 2022, Tarif Penyeberangan Ajibata-Ambarita Naik, Segini Besaran Tarifnya

Khairul menjelaskan, kenaikan tarif kapal bervariasi, setiap kapal penyeberangan akan dihitung sesuai formula yang ditetapkan berdasarkan biaya operasional kapal (BOK) masing-masing operator kapal.

“Perhitungannya mengikuti Permen Nomor 66. Ada biaya BOK masing-masing itu, berbeda biasa operasional kapal dan disesuaikan dengan kapal mereka punya. Jadi, variasi dan ditetapkan 20 sampai 30 persen,” ujar Khairul.

Khairul menjelaskan, penghitungan tarif per penumpang dan per mil sesuai tarif kapal penyeberangan baru dapat diketahui usai penghitungan oleh BOK masing-masing di setiap lokasi kapal penyebarangan.

“Mereka hitungan lagi (operator), dapat nominalnya baru disampaikan kepada kami. Kemarin, baru ditetapkan persentase kenaikan. Kenaikan bervariasi, ada kenaikan 30 hingga 40 persen perhitungan. Makanya kami tetapkan 20 hingga 30 persen. Harus turun sesuai yang disepakati,” ucap Khairul.

Khairul mengungkapkan, setelah dihitung, masing-masing operator kapal akan menyampaikan hasilnya kepada Dishub Sumut.

Baca juga: HARGA TERBARU Tiket Penyeberangan Kapal Danau Toba Ajibata - Ambarita, Berlaku 1 Oktober

“Maksimal kenaikan 30 persen sesuai dengan BOK masing-masing. Kami akan evaluasi dan sesuaikan kembali (hasil perhitungan operator kapal). Kalau sudah oke, kita sampaikan biro hukum,” kata Khairul.

Selanjutnya, kata Khairul, kenaikan tarif kapal penyebrangan itu akan ditetapkan dan diterbitkan dalam bentuk Surat Keputusan (SK) Gubernur Sumut dan Peraturan Gubernur (Pergub) Sumut, agar memiliki payung hukum.

“Ya tergantung lah, menuju SK Gubernur, diproses di biro hukum, kita tidak bisa mendesak. Kalau bisa secepatnya, karena operator sudah bertanya. Karena, sudah lama naik BBM. Kita menunggu lah, kalau sudah oke semuanya,” pungkasnya.

(cr14/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved