Breaking News:

Polres Labuhanbatu

Pencuri Toko Ponsel 168, Sempat Ancam Petugas dengan Sajam Setelah Gasak Rp 50 Juta

Abdul Rohim Simangunsong (38) warga Jalan Perisai Lingkungan Sipirok, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Utara.

Editor: Sofyan akbar
Istimewa
Abdul Rohim Simangunsong (38) warga Jalan Perisai Lingkungan Sipirok, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Utara saat diamankan petugas Satreskrim Polres Labuhanbatu 

Pencuri Toko Ponsel 168, Sempat Ancam Petugas dengan Sajam Setelah Gasak Rp 50 Juta

TRIBUN-MEDAN.com, LABUHANBATU - Satreskrim Polres Labuhanbatu menangkap seorang pencuri uang dan handphone di Jalan Sirandorung, Kelurahan Padangbulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu tepatnya di toko ponsel 168.

Ia adalah Abdul Rohim Simangunsong (38) warga Jalan Perisai Lingkungan Sipirok, Kelurahan Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Utara.

Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu AKP Rusdi Marzuki mengatakan pencurian ini terjadi pada Minggu (18/9/2022) sekira pukul 09.30 WIB. Di mana, pelaku ARS sudah memantau toko ponsel tersebut dan masuk ke dalam toko dengan cara menarik paksa pintu bagian depan toko sampai terbuka.

"Pelaku mengambil Handphone (HP) android sebanyak 3 unit dari atas meja toko, mengambil uang tunai sekitar 37 juta rupiah dari meja laci," ujar pria dengan balok tiga dipundaknya ini.

Setelah mengambil HP dan uang pelaku keluar dari dalam toko dan dipergoki seorang pegawai toko inisial "S" yang hendak masuk ke dalam toko.

Merasa aksinya ketahuan oleh pegawai toko pelaku langsung mengancam dengan mengarahkan pisau ke arah karyawan supaya diam dan jangan menjerit. "Pelaku pun segera melarikan diri meninggalkan lokasi," katanya.

Saksi S langsung melaporkan kejadian tersebut kepada majikannya yang berinisial "W" (25) warga Jalan Lintas Kota Pinang Desa Perbaungan, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.

"Korban langsung buat laporan ke Polres Labuhanbatu karena mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 50 Juta," ungkap Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu.

Jadi, katanya, pihaknya sempat mendapat perlawanan dari tersangkan pencurian saat hendak diamankan.

"Pelaku tidak mau menyerahkan diri dan tetap mengancam petugas dan mengancam akan bunuh diri apabila ditangkap oleh petugas," akunya.

Maka dari itu, sambung AKP Rusdi Marzuki, personel melakukan negosiasi kepada pelaku sampai akhirnya pelaku bisa diamankan tanpa mengalami cidera.

Kepada petugas, pelaku mengakui perbuatannya dan nekad melakukan pencurian karena himpitan ekonomi.

"Terhadap tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun, 363 ayat 1 ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 7 tahun dan 335 ayat 1 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 1 tahun," pungkasnya.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved