Proyek Kementerian PUPR

Proyek Kementerian PUPR Merugikan Masyarakat, Tanah Digali Tapi Proyek tak Kunjung Selesai

Proyek galian Kementerian PUPR merugikan masyarakat yang tinggal di Kota Medan

Penulis: Aprianto Tambunan | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/APRIANTO TAMBUNAN
Proyek galian pipa bawah tanah Kementerian PUPR di kawasan Medan Tembung dan Percut Seituan merugikan masyarakat 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Proyek galian pipa bawah tanah Kementerian PUPR yang ada di kawasan perbatasan Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan dan Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang merugikan masyarakat.

Sudah satu bulan lamanya, galian proyek Kementerian PUPR ini tak kunjung selesai.

Akibat pengerjaan proyek galian yang begitu lamban, arus lalu lintas terganggu, dan usaha warga ikut terdampak.

Baca juga: Walikota Medan Bobby Nasution Dampingi Dirjen Kementerian PUPR Tinjau Gedung Baru Pasar Aksara

Dari amatan Tribun-medan.com, galian proyek Kementerian PUPR berada persis di depan rumah dan usaha milik warga.

Sehingga, warga yang hendak menuju ke lokasi usaha warga, seperti rumah makan jadi terhalau.

"Akibat galian ini, warung makan saya jadi sepi," kata Sofyan, Jumat (23/9/2022).

Sofyan mengatakan, di kala hujan turun, maka sisa galian akan berlumpur dan menyebabkan jalanan jadi becek.

Baca juga: Bobby Nasution Bersama Pejabat Kementerian PUPR Kunjungi Belawan, Bahas Penyelesaian Banjir Rob

Jika cuaca panas, bekas galian menimbulkan debu.

"Kami harap ini bisa lekas selesai lah," katanya. 

Kabid Drainase Dinas PUPR Kota Medan, Gibson Panjaitan mengatakan bahwa proyek galian pipa bawah tanah itu memang punya Kementerian PUPR

"Itu punya Kementerian PUPR," katanya.

Gibson pun tak banyak memberikan keterangan, karena proyek dimaksud bukanlah tanggung jawab Pemko Medan.(cr29/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved