Breaking News:

Berita Sumut

Resahkan Warga, 7 Remaja Terduga Geng Motor Hanya Dijerat UU ITE, Diupayakan Restorative Justice

Tujuh orang remaja yang diduga sebagai geng motor hanya dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) oleh Polres Asahan.

HO/Tribun Medan
Tujuh orang remaja yang diduga sebagai geng motor diamankan personel Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan, Kamis (22/9/2022) malam. 

TRIBUN-MEDAN.com, ASAHAN - Tujuh orang remaja yang diduga sebagai geng motor telah diamankan Satuan Reserse Kriminal Polres Asahan Kamis (22/9/2022) malam.

Usai diamankan ketujuh orang remaja itu hanya dijerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) oleh Polres Asahan.

Hal itu diungkapkan oleh Kapolres Asahan, AKBP Roman Smaradhana Elhaj dalam pres rilisnya yang dilakukan, Jumat (23/9/2022) sore di halaman belakang Markas Polres Asahan.

Baca juga: BERINGAS, Sekelompok Pemuda Bersenjata Tajam Sandera Remaja Wanita di Kabupaten Asahan

"Yang disangkakan adalah undang-undang ITE, Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45a ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik," jelas Roman, Jumat.

Katanya, tujuh orang remaja yang diduga anggota geng motor tersebut, telah sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian dan kerusuhan secara individu.

Disinggung terkait geng motor yang sudah meresahkan warga, Roman mengaku akan melakukan upaya preemtif, preventif, dan represif.

"Artinya kita akan tetap lakukan imbauan mulai dari masyarakat, lingkungan sekolah, maupun langsung ke geng motor tersebut," katanya.

Selain itu, pelaksanaan patroli akan dilakukan oleh tim opsnal Polres Asahan baik secara terbuka maupun tertutup.

"Dan langkah terakhir, kita akan melakukan tindakan hukum apa bila geng-geng motor ini melakukan pelanggaran, maupun perbuatan pidana," katanya.

Katanya, sementara saat ini tujuh orang tersangka masih ditahan di sel tahanan Polres Asahan untuk dilakukan penyidikan.

Baca juga: Beringas Nakuti Warga Pakai Parang, Geng Motor Radiator Ini Langsung Ciut saat Ditangkap Polisi

"Namun akan kita lakukan diversi ataupun restorative justice, karena tujuh orang ini seluruhnya anak dibawah umur," jelasnya. 

Disinggung kembali, terkait dengan beberapa postingan saksi mata yang melihat tujuh orang pemuda melakukan pencegatan di Kelurahan Gambir Baru, Kecamatan Kisaran Timur, Kabupaten Asahan, Kapolres menampik dan mengaku tujuh orang tersebut diamankan dari rumah masing-masing. 

"Diamankannya di rumah masing-masing pak, jadi kalau di berita facebook itu akan di kita dalami lagi," pungkasnya. 

(cr2/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved