Danau Toba

RESMI Tarif Penyeberangan Danau Toba untuk Rute Ajibata-Ambarita Naik 1 Oktober 2022

Kenaikan harga tarif dilakukan lebih awal setelah adanya kesepakatan antara Kementerian Perhubungan RI dengan PT ASDP Indonesia Ferry. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: Royandi Hutasoit
Tribun Medan/Maurits Pardosi
KMP Ihan Batak sedang bersandar di Pelabuhan Ambarita, Samosir, Selasa (9/8/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Kenaikan jasa penyeberangan angkutan kendaraan dan penumpang dengan kapal di Danau Toba akan berlaku pada 1 Oktober 2022 mendatang. Kenaikan harga tiket penyeberangan tersebut masih diterapkan di satu rute saja, yaitu Ajibata, Kabupaten Toba - Ambarita, Kabupaten Samosir. 

Adapun rencana kenaikan biaya penyeberangan untuk rute lainnya masih digodok operator kapal, pelabuhan, Kemenhub dan Pemprov Sumut di masing-masing pelabuhan. 

Korsatpel Pelabuhan Ajibata, Rijaya Simarmata menyampaikan, khusus di tempatnya, kenaikan harga tarif dilakukan lebih awal setelah adanya kesepakatan antara Kementerian Perhubungan RI dengan PT ASDP Indonesia Ferry. 

“Sebenarnya kenapa khusus tarif penyeberangan Ajibata-Ambarita naik? Jawabannya karena sudah ada Kerja Sama Pemanfaatan Operasional (KSPO) antara Kementerian Perhubungan dengan PT ASDP Indonesia Ferry dalam hal pemeliharaan sarana dan prasarana pelabuhan,” kata Rijaya.

Dari kenaikan tarif tersebut, sebagian persen rupiah di dalamnya diperuntukkan untuk pemeliharaan pelabuhan yang memang pada tahun 2022 ini, Terminal Penumpang Ajibata, merupakan pelabuhan dengan sarana pendukung terlengkap dan paling modern di antara pelabuhan lainnya di Danau Toba.

Apalagi rute Ajibata - Ambarita merupakan salah satu rute tersibuk bila dibandingkan dengan rute penyeberangan kapal lainnya di Danau Toba

“Sebenarnya tarif jasa angkutan masih tetap, tapi karena pengelolaan pemeliharaan pelabuhan berada di bawah naungan KSPO tersebut, maka ada biaya tambahan yaitu pemeliharaan pelabuhan,” kata Rijaya.

Rijaya menyampaikan, pihaknya sedang melaksanakan sosialisasi kenaikan tarif tersebut kepada publik sebelum resmi diterapkan pada 1 Oktober 2022. Sejauh ini, kata Rijaya, masyarakat bisa menerima rencana kenaikan tarif tersebut.

“Kita sekarang masih sosialisasi memang dan respons masyarakat soal besaran tarif terbaru yang sudah diumumkan, masih bisa memaklumi, ya,” kata Rijaya. 

Senada dengan Rijaya, Carter Panggabean - Komandan Regu Pelabuhan Balige (Kabupaten Toba) menyampaikan pihaknya belum ada menaikkan tarif penyebaran kapal ke Onanrunggu, Kabupaten Samosir. Rencana kenaikan tersebut sedang digodok dan menunggu ketetapan Kemenhub RI.

“Di kita, untuk rute Balige - Onanrunggu dengan KMP Pora-pora (tarif) masih normal. Belum ada kenaikan. Kemarin sudah dibahas memang kenaikan untuk rute Balige Onanrunggu, tapi kita menunggu arahan pimpinan atasan,” kata mantan Komandan Regu Pelabuhan Tigaras, Simalungun ini. 

“Kita masih menunggu berapa kenaikan harga yang sesuai untuk penyeberangan. Masih dikaji lah dulu,” tutup Carter.

(Alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved