Breaking News:

Kasus Kematian Brigadir J

Saksi Kunci Obstruction of Justice Kasus Brigadir J Sakit, Polri: Butuh Waktu Panjang Penyembuhannya

Polri: Saksi Kunci Obstruction of Justice Sakit Parah, Butuh Waktu Panjang untuk Penyembuhannya.

Ist
Kepala Divisi Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo member keterangan pers terkait video yang menarasikan adanya temuan uang Rp900 miliar di bungker rumah Irjen Ferdy Sambo. Polri: Saksi Kunci Obstruction of Justice Sakit Parah, Butuh Waktu Panjang untuk Penyembuhannya 

TRIBUN-MEDAN.COM - Pengungkapan kasus kematian tragis Brigadri J yang melibatkan petinggi Polri yakni mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo kini masih belum usai.

Kabarnya proses hukum masih berjalan meski sudah lebih dari sebulan.

Selain itu sejumlah perwira polisi yang terseret namanya dalam kasus meninggalnya Brigadir Yosua juga belum semuanya menjalani sidang etik Polri.

Polri menyatakan AKBP Arif Rachman Arifin, saksi kunci obstruction of justice kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J mengalami sakit parah.

"Karena saksi kuncinya dalam kondisi sakit, tentunya kita harus menunggu dulu sampai dengan kondisi yang bersangkutan sehat," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (21/9/2022).

Menurut Dedi, membutuhkan waktu cukup panjang untuk proses penyembuhan terhadap AKBP Arif Rahman tersebut.

Namun, Dedi tidak menjelaskan secara detail penyakit yang diderita AKBP Arif Rachman tersebut.

"AKBP AR sakit lah, proses penyembuhannya cukup panjang ya,

karena sakitnya agak parah," ucap Dedi.

Baca juga: Diisukan Akan Nikahi Larissa Chou, Warganet Ramai Bandingkan Harta Rio Haryanto dan Alvin Faiz

Sosok Krusial Diduga Halangi Kasus Brigadir J, AKBP Arif Rachman Mendekam di Patsus, Akan Dipidana? Polri: Saksi Kunci Obstruction of Justice Sakit Parah, Butuh Waktu Panjang untuk Penyembuhannya
Sosok Krusial Diduga Halangi Kasus Brigadir J, AKBP Arif Rachman Mendekam di Patsus, Akan Dipidana? Polri: Saksi Kunci Obstruction of Justice Sakit Parah, Butuh Waktu Panjang untuk Penyembuhannya (Tribun Medan/HO)

Kadiv Humas menjelaskan, untuk menggelar sidang etik terkait obstruction of justice, seorang saksi harus dalam kondisi sehat.

Sebab, hal itu merupakan syarat utama untuk bisa dihadirkan dalam sidang.

"Karena salah satu persyaratan untuk bisa dihadirkan dalam sidang kode etik saksi harus dalam kondisi sehat," tutur Dedi.

Akibat saksi kunci AKBP Arif Rahman sakit parah, maka sidang etik terhadap mantan Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan dan Ipda Arsyad Daiva Gunawan ditunda.

Dedi mengaku telah mendapat informasi bahwa sidang etik terhadap Brigjen Hendra Kurniawan bakal digelar pada pekan depan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved