Breaking News:

Pemko Medan

Tindaklanjuti Instruksi Walikota Medan, Dirut PD Pasar Segera Kembalikan Dana Pedagang Aksara

nstruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk mengembalikan dana yang semula akan dipakai untuk kontribusi penyediaan fasilitas kios di Pasar Aksara

Editor: Satia
Dok. Pemko Medan
Bersama Dirjen Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI Ir Diana Kusumastuti MT, Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau Pasar Aksara yang baru, di Jalan Mesjid, Kecamatan Medan Estate, Kabupaten Deli Serdang, Kamis (15/9/2022) siang. 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk mengembalikan dana yang semula akan dipakai untuk kontribusi penyediaan fasilitas kios di Pasar Aksara langsung ditindaklanjuti Dirut Perusahaan Umum Daerah (PUD) Pasar Kota Medan Suwarno.

Pengembalian akan dilakukan secepatnya dan dipastikan transparan.

Hal ini terungkap saat Suwarno didampingi Direktur Operasional (Dirops) Ismail Pardede, dan Dirbang/SDM Imam Abdul Hadi mendatangi Pasar Aksara di Jalan Masjid, Desa Medan Estate, Deliserdang, Selasa (20/9/2022).

Kedatangan ini sekaligus memastikan kesiapan Pasar Aksara untuk segera dioperasionalkan. Sebab, Wali Kota ketika mendampingi Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti meninjau Pasar Aksara, Kamis (15/9/2022), meminta agar pasar segera dioperasikan dalam dua minggu.

Dalam arahan Wali Kota tersebut, jelas Suwarno, orang nomor satu di Pemko Medan  ini minta agar dana yang telah dibayarkan oleh pedagang untuk penyediaan fasilitas kios segera dikembalikan.

Pasalnya, ungkapnya, Dirjen Cipta Karya bersedia menyiapkan fasilitas kios tersebut.

"Kami berterima kasih kepada Pak Wali karena berkat kolaborasi yang dilakukan, akhirnya untuk persoalan penyediaan fasilitas kios dan kendala fasilitas lainnya ditangani pihak Dirjen Cipta Karya," kata Suwarno.

Mengenai pengembalian dana, terang Suwarno, akan dilakukan sesegera mungkin dan transparan.

Dengan demikian, imbuhnya,  para pedagang dapat memiliki modal tambahan untuk kembali berjualan.

"Kurang lebih ada sekitar Rp.600 juta dana yang nantinya akan dikembalikan kepada para pedagang. Dpastikan pengembaliannya akan dilakukan secara transparan agar tidak ada penyalahgunaan," pungkasnya.

 

*

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved