Breaking News:

News Video

Warga Rusia Ramai-ramai Kabur ke Luar Negeri Usai Putin Mengumumkan Mobilisasi Militer Parsial

Vladimir Putin mengumumkan soal mobilisasi militer parsial, penerbangan keluar Rusia ludes terjual.

Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.COM - Setelah Presiden Vladimir Putin mengumumkan soal mobilisasi militer parsial, penerbangan keluar Rusia ludes terjual pada Rabu (21/9).

Keinginan Putin tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa pria di usia produktif tak akan diizinkan meninggalkan Rusia.

Dilansir dari data Google Trends, adanya lonjakan pencarian untuk Aviasales yang merupakan situs paling populer di Rusia untuk membeli tiket penerbangan.

Beberapa negara jadi tujuan warga Rusia untuk kabur dari kebijakan Putin ini.

Termasuk Turki dan Armenia yang memiliki kebijakan bebas visa.

Penerbangan langsung dari Moskow ke kedua negara tersebut telah habis pada Rabu (21/9).

Beberapa rute dengan transit, termasuk dari Moskow ke Tbilisi, ibu kota Georgia, juga telah habis.

Sementara penerbangan termurah ke Dubai menelan biaya lebih dari 300.000 rubel ($5.000), atau sekitar lima kali upah bulanan rata-rata.

Tarif sekali jalan ke Turki melonjak hingga hampir 70.000 rubel ($1.150), menurut data Google Flights.

Sejauh ini belum ada pembatasan bepergian ke luar negeri dari otoritas Rusia.

Sebelumnya Presiden Putin mengumumkan mobilisasi militer bagi warga sipil ke Ukraina.

Putin menyebut, Rusia membutuhkan tenaga tambahan agar dapat memenangkan perang.

Tak hanya melawan Ukraina, tapi juga sekutu Barat. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved