News Video

Presiden Iran Respons Soal Mahsa Amini yang Tewas saat Diamankan Polisi, AS Ikut Jatuhkan Sanksi

Ebrahim Raisi merespons soal Kematian Mahsa Amini yang diduga tewas dianiaya saat diamankan oleh polisi moral Iran.

Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.COM - Presiden Iran Ebrahim Raisi merespons soal Kematian Mahsa Amini yang memicu gelombang protes warga Iran.

Iran Ebrahim Raisi berjanji akan melakukan penyelidikan tentang penyebab kematian Amini.

Dikabarkan sebelumnya, Mahsa Amini diduga tewas dianiaya saat diamankan oleh polisi moral Iran.

Ia dianggap tidak memakai jilbab sesuai aturan yang berlaku.

Di sela-sela sidang umum PBB Kamis (22/9), Raisi mengaku telah menghubungi keluarga Amini.

Kepada mereka, Raisi meyakinkan bahwa pemerintah Iran akan melakukan penyelidikan dan memastikan akan mengadili pihak yang bersalah.

Ia menegaskan Iran melindungi hak-hak setiap warga negaranya.

Raisi menekankan, tidak ada aksi penganiayaan yang dilakukan petugas kepada wanita berusia 22 tahun itu.

Namun pernyataan ini ditolak oleh pengunjuk rasa.

Sementara itu, beberapa jam setelah Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi pada unit polisi moral Iran, Raisi menuduh Barat melakukan "standar ganda".

Ia mengungkit pembunuhan oleh polisi di AS dan menawarkan statistik tentang kematian wanita di Inggris.

Terkait aksi pembatasan media sosial di Iran, Raisi enggan untuk berkomentar.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved