Presiden Soekarno Sampai Murka, Inilah Tujuan Pembantaian PKI Madiun, Para Pemimpin Dieksekusi

Pemberontakan PKI Madiun terjadi pada tahun 1948, hanya sekitar tiga tahun setelah Indonesia merdeka.

Wikipedia
Para simpatisan PKI Madiun yang ditangkap oleh TNI 

TRIBUN-MEDAN.com - Begini latar belakang dan tujuan pemberontakan PKI Madiun tahun 1948.

Pemberontakan PKI Madiun terjadi pada tahun 1948, hanya sekitar tiga tahun setelah Indonesia merdeka.

Kala Belanda kembali memasuki Indonesia, gejolak di tanah air juga terjadi karena berbagai pemberontakan daerah di Indonesia.

Pemberontakan PKI Madiun menjadi salah satu pemberontakan besar yang terjadi.

Puncak pemberontakan ini terjadi pada 18 September 1948.

Kemudian, berhasil dipadamkan pemerintah pada Desember 1948 dengan penangkapan dan eksekusi para pemimpin pemberontakan.

Latar Belakang Pemberontakan PKI Madiun

Pemberontakan PKI Madiun memiliki latar belakang yang sangat kompleks.

Diawali dengan jatuhnya Kabinet Amir Sjarifuddin yang kemudian digantikan Kabinet Mohammad Hatta.

Jatuhnya Kabinet Amir Sjarifuddin tak lepas dari ditandatanganinya Perjanjian Renville antara Indonesia dan Belanda.

Dalam Perjanjian Renville yang disepakati pada 17 Januari 1948, Amir Sjarifuddin menjadi ketua delegasi Indonesia.

Namun, disepakatinya perjanjian yang dilakukan dalam upaya menyelesaikan konflik kedaulatan Indonesia dan Belanda itu justru dianggap merugikan Indonesia.

Sejumlah pimpinan partai menolak hasil perjanjian itu, Kabinet Amir Sjarifuddin pun tidak lagi mendapat dukungan.

Lantas, Amir meletakkan jabatannya, sehingga berakhirlah pemerintahan Sayap Kiri.

Dalam pembentukan kabinet Hatta, fraksi Amir sempat ditawari posisi, tetapi tidak terjadi kesepakatan karena pihak Amir menginginkan posisi kunci.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved