Tolak Kenaikan Harga BBM

Buruh Geruduk Kantor Bupati Deliserdang, Tolak Kenaikan Harga BBM

Aliansi Serikat Pekerja Buruh Bersatu Serdang Bedagai geruduk kantor Bupati Sergai tolak kenaikan harga BBM

Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Array A Argus
TRIBUN MEDAN/ANUGRAH NASUTION
Ratusan buruh saat menyeruduk kantor Bupati Sergai, Senin (26/9/2022) /Anugrah Nasution 

TRIBUN-MEDAN,SERGAI- Ratusan buruh dari Aliansi Serikat Pekerja Buruh Bersatu Serdang Bedagai (ASPBB-SB) geruduk kantor Bupati Sergai tolak kenaikan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). 

Dalam orasinya, para butuh menuntut agar pemerintah segera menurunkan harga BBM yang dirasa memberatkan beban kehidupan mereka. 

"Yang pertama, kami menolak kenaikan harga BBM yang membuat kehidupan para buruh menjadi semakin menderita," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Suluruh Indonesia (FSPPP SPSI) Gober Hermanto, Senin (26/9/2022). 

Baca juga: Pascakenaikan BBM, Polsek Galang Patroli di SPBU Antisipasi Hal Ini Terjadi

Adapun organisasi buruh yang mengikuti aksi massa adalah, Serikat Buruh Sejahtera Seluruh Indonesia 1992 (SBSI 1992), Federasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPPP-SPSI), Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSPTI KSPI), Perhimpunan Buruh Perkebunan Independen (PERBUNI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Organisasi Serikat Pekerja Kayu Karya Mandiri (OSPKKM).

Para buruh pun meminta agar pemerintah menaikan upah  buruh khususnya di Kabupaten Sergai. 

Ketua Serikat Serikat Buruh Sejahtera Seluruh Indonesia, Agan Surya Tanjung mengatakan, pemerintah daerah juga harus berperan dalam membantu kesulitan masyarakat saat ini. 

Baca juga: Ringankan Beban Masyarakat Terdampak Kenaikan BBM Polsek Batang Kuis Bagikan Sembako 

"Agar kita masih bisa bertahan hidup khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai maka kita menuntut kenaikan upah di Kabupaten Serdang Bedagai," kata Agan. 

Agan mengatakan, pemerintah harusnya menyelesaikan persoalan kesejahteraan buruh yang masih jauh dari harapan. 

Terlebih kata Agan, telah disahkannya UU Cipta Kerja nomor 11 tahun 2020 yang membuat penghasilan buruh semakin kecil. 

"Adapun tuntutan massa aksi dari ASPBB-SB adalah tolak kenaikan dan turunkan kembali harga BBM bersubsidi, cabut dan batalkan UU Cipta Kerja No. 11 Tahun 2020, hapuskan sistem buruh kontrak dan outsourcing, turunkan harga-harga kebutuhan pokok, naikkan upah Serdang Bedagai 15 persen dan buat pasar murah untuk buruh dan pekerja Serdang Bedagai," tutur Agan. 

Baca juga: Tolak Kenaikan BBM, Massa Aksi PA 212 Gelar Unjuk Rasa di Kawasan Patung Kuda Jakarta Pusat

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Serdang Bedagai, Adlin Umar Yusri Tambunan yang menerima massa aksi menyebut akan menyampaikan tuntutan buruh ke pemerintah pusat.

Selain itu, Adlin pun berujar akan membuat pasar murah untuk para pekerja buru. 

"Kita akan sampaikan keluhan para buruh ke pemerintah pusat. Untuk pasar murah kita akan lakukan untuk dapat membantu meringankan kehidupan buruh," tutup Adlin.(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved