Berita Sumut

Kades Se-Deliserdang Studi Tiru ke Yogyakarta Kembangkan Desa Digital, Biaya Per Orang Rp 17 Juta

Seluruh Kepala Desa atau Kades se-Kabupaten Deliserdang melakukan studi tiru ke Yogyakarta untuk mengembangkan desa digital.

Penulis: Indra Gunawan | Editor: mustaqim indra jaya
HO/TRIBUN Medan
Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan menyematkan tanda jabatan kepada salah satu Kades wanita pada acara pelantikan Kades serentak, 20 Mei 2022.  

TRIBUN-MEDAN.com, DELISERDANG - Seluruh Kepala Desa atau Kades se-Kabupaten Deliserdang melakukan studi tiru ke Yogyakarta.

Adapun di Kabupaten Deliserdang terdapat 380 desa, sehingga keberangkatan para Kades dibagi menjadi dua gelombang.

Gelombang pertama berangkat pada 20 September 2022, sedangkan Kades yang berangkat pada gelombang kedua berangkat pada Minggu (25/9/2022) kemarin.

Baca juga: Kades dan Bendahara yang Hilangkan Uang BLT Rp 106 Juta Wajib Ganti

"Empat hari kegiatan studi tirunya. Gelombang pertama sudah kembali karena dari tanggal 20 September kemarin berangkat dan sekarang giliran gelombang kedua. Berangkatnya dari tanggal 25 sampai tanggal 28," kata Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Deliserdang, Khairul Azman Harahap, Senin (26/9/2022). 

Khairul mengatakan lokasi yang menjadi salah satu lokasi studi tiru para Kepala Desa adalah Desa Sri Mulyo.

Alasan Desa Sri Mulyo menjadi lokasi studi tiru lantaran telah mengembangkan desa digital. Desa ini didatangi karena adanya rekomendasi dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). 

"Secara regulasi kita berangkat karena adanya undangan dari Kementerian Dalam Negeri. Ya tujuannya dalam rangka peningkatan kapasitas. Kita harapkan ke depan pengembangan desa-desa kita juga supaya berbasis digital," kata Khairul.

Baca juga: PAD Langkat 2021 Over Target, Plt Bupati Afandin Harapkan Camat, Lurah dan Kades Tingkatkan PBB- P2

Informasi yang dihimpun, anggaran para Kepala Desa berangkat studi tiru ditampung di Dana Desa.

Anggaran per orang Kades masing-masing Rp 17 juta. Terkait hal ini Khairul pun tidak menampiknya. 

"Dari Dana Desa (DD). Di sini itu karena dalam urusan pemerintahan pelayanan masyarakat dan juga menghidupkan perekonomian masyarakat itu sudah menggunakan teknologi digital. Ya kita juga pingin desa kita itu juga melakukan hal yang sama, "kata Khairul.

(dra/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved