Berita Sumut

Kegiatan World Clean Up Day di Deliserdang, Kumpulkan Sampah Dapat Rp 300 Ribu

Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deliserdang mencatat sebanyak 5.170 orang berperan dalam kegiatan World Clean-Up Day (WCD)

Penulis: Indra Gunawan | Editor: Risky Cahyadi

TRIBUN-MEDAN.com, LUBUKPAKAM - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Deliserdang mencatat sebanyak 5.170 orang berperan dalam kegiatan World Clean-Up Day (WCD) tahun ini di Kabupaten Deli Serdang.

Pelaksanaannya dilakukan selama dua hari dan dilaksanakan di 380 dan 14 Kelurahan. WCD merupakan aksi bersih-bersih yang dilaksanakan serentak di 191 negara di dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah.

Aksi ini merupakan perwujudan peningkatan kepedulian terhadap permasalahan sampah serta menjadi sarana memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan Bumi.

" Jadi pada kegiatan World Clean-Up Day kami sosialisasikan dan dampingi masyarakat untuk memahami bahwa dengan memilah sampah kita dapat mengurangi timbulan sampah yang di TPA sehingga TPA- TPA yang ada di Kabupaten Deli Serdang yang sudah sanitary landfill tetap terjaga dan tidak cepat penuh. Untuk di Kabupaten Deli Serdang ada 5.170 memang yang terlibat mulai memungut sampai memilah sampah ini dan sebarannya ada di semua desa dan kelurahan se Deli Serdang, "ucap Kadis Lingkungan Hidup Deli Serdang, Ir Artini Marpaung Senin, (26/9/2022).

Artini menjelaskan kegiatan WCD di Deli Serdang mulai dilakukan tanggal 22 sampai 23 September.

Dalam dua hari itu masyarakat juga mendapatkan sosialisasi mengenai sampah mana saja yang bernilai jual sehingga dapat menambah perekonomian keluarga. Disebut setelah sampah dipungut dan dipilah baru kemudian diambil oleh Bank Sampah dan dibeli.

"Dapatnya beragam masyarakat ada yang 95 ribu hingga 300 ribu kalau menemukan jenis besi karena itu lebih berharga. Sekarang ini kita harapkan kesadaran masyarakat untuk dapat memilah sampah dari sumbernya sehingga pengelolan penanganan sampah dapat sesuai dengan paradigma baru pengelolaan sampah, "kata Artini.

Mantan Kadis Perindustrian dan Perdagangan ini mengakui kalau sejauh ini kesadaran masyarakat untuk membuang sampah di tempatnya hingga melakukan pemilahan sampah masih sangat rendah dan banyak yang belum peduli.

Karena dari sampah bisa menambah perekonomian keluarga diharapkan kedepan masyarakat bisa berubah. Hal ini lantaran di sekitaran lingkungan banyak terdapat sampah jenis plastik hingga karton yang punya nilai.

"Di Deli Serdang kita sudah punya aplikasi Jumpa Madu. Ini artinya Jemput Sampah Terima Duit. Kalau belum banyak sampah yang bernilai bisa dikumpulkan dulu. Baru kalau setelah banyak itu bisa dijemput sampahnya, "kata Artini.

Ditambahkan Artini pada tahun 2022, kegiatan WCD Indonesia mengusung tema “Kami 13 juta Menuju Indonesia Bersih dan Bebas Sampah”. Tema ini diangkat sebagai wujud semangat persatuan menuju Indonesia Bersih melalui jaringan leaders, partners, dan seluruh masyarakat dalam kampanye #kami13juta.

Diharapkan sebanyak 13 juta relawan atau lima persen dari populasi masyarakat Indonesia dapat turut serta pada aksi tahun ini dan menjadi salah satu bagian dari sejarah aksi gotong royong pungut sampah terbesar di dunia.

(dra/tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved