Berita Medan

Rektornya Dapat Hukdis dan Terancam Dicopot, Mahasiswa UINSU : Beberapa Kinerjanya Kurang Maksimal

Menurutnya Hukdis terhadap rektor tersebut dikarenakan beberapa kinerjanya yang kurang maksimal, diantaranya menunda-nunda program mahad.

Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
INTERNET
Rektor UINSU Prof Dr Syahrin Harahap terancam dicopot dari jabatannya setelah dijatuhi sanksi oleh Kementerian Agama 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi mengumumkan terkait Hukuman Disiplin (Hukdis) yang dijatuhkan kepada rektor Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU). 

Siaran pers ini diterbitkan oleh Kemenag RI pada Sabtu, (24/9/2022) melalui laman kemenag.go.id.

Dimana menyebutkan bahwa Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah memberikan hukuman disiplin (hukdis) kepada Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara Syahrin Harahap.

Surat Keputusan tentang hukdis itu telah diserahkan kepada Syahrin Harahap pada 21 September 2022.

Baca juga: TERANCAM DICOPOT, Rektor UINSU Dijatuhi Sanksi Satu Tahun Turun Jabatan

Beberapa mahasiswa pun buka suara terkait hal tersebut.

salah satunya Dedi Syawal Azmi Kembaren.

Menurutnya Hukdis terhadap rektor tersebut dikarenakan beberapa kinerjanya yang kurang maksimal, diantaranya menunda-nunda program mahad.

"Sedikit yang saya ketahui tentang dinonaktifkannya Rektor UINSU yaitu bapak Syahrin Harahap dikarenakan beberapa kinerjanya yang kurang maksimal, diantaranya menunda-nunda penyelesaian mahad.

Dari yang saya ketahui bahwa masih banyak mahasiswa dari stambuk 2020 yang uangnya hangus begitu saja untuk membayar program mahad namun tak terjalankan. 

Kedua masih sama-sama bisa dilihat gedung mangkrak di kampus 2 UINSU Pancing masih berdiri dengan kokoh yang seharusnya sudah dapat di robohkan dan di bangun lagi gedung baru," ujar Dedy kepada Tribun, Senin (26/9/2022). 

Dedy juga mengatakan dirinya jadi berasumsi liar terkait hal tersebut. 

"Saya sebagai mahasiswa juga memiliki asumsi liar terkait diberhentikannya Rektor UINSU terlepas dari apa yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

Karena mengapa baru sekarang hal ini timbul ke permukaan mengapa tidak dari kemarin? Ada tanda tanya besar di situ.

Apakah ada kepentingan lainnya? Atau apakah Ada yang memanfaatkan Isu Ini untuk Kepentingan suatu golongan? Ya itu semua hanya asumsi liar saya sebagai mahasiswa terkait benar atau tidaknya kita lihat sajalah perkembangannya," sebutnya.

Baca juga: REKTOR UINSU Dinonaktifkan Jabatannya dan Dapat Hukuman Disiplin, Begini Penjelasan Kemenag RI

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved