Berita Medan

Tak Mampu Kembalikan Kerugian Negara Rp 14 M, Istri Canakya Suman: Kantor dan Rumah Sudah Dijual

Selama tersandung kasus penggelapan Sertifikat Hak Guna Bangunan dan korupsi Rp 39,5 miliar, Canakya Suman terpaksa menjual rumah dan kantornya.

Tribun Medan/Edward Gilbert Munthe
Istri Canaknya Suman, Murni Ningsih saat memberikan keterangan dalam persidangan di PN Medan, Senin (26/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Terdakwa kasus korupsi modus kredit macet, yakni Direktur PT Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) Canakya Suman kembali menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (26/9/2022).

Canakya Suman yang menjadi terdakwa dinilai tidak mampu mengembalikan kerugian negara akibat kredit macet di Bank BTN sebesar Rp 39,5 miliar.

Murni Ningsih, istri terdakwa pun dihadirkan ke pengadilan untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Menurutnya selama tersandung kasus penggelapan Sertifikat Hak Guna Bangunan ( SHGB) dan korupsi Rp 39,5 miliar, Canakya Suman terpaksa menjual rumah dan kantornya.

Baca juga: Canakya Suman, Bos PT KAYA yang Pernah Terlibat Penggelapan Didakwa Korupsi Rp 39,5 Miliar

"Sebenarnya kami punya keinginan untuk mengembalikan Rp 39,5 miliar dan tersisa Rp 14 miliar hingga dikategorikan kredit macet. Tapi saat ini kami tak punya harta lagi untuk mengembalikan," ucap Murni Ningsih kepada majelis hakim di ruang persidangan.

Menurutnya, selama Canakya Suman ditahan, satu persatu harta mereka tergadai.

"Rumah yang merangkap kantor PT KAYA, serta sebuah apartemen di Cambridge di Jalan S Parman sudah terjual," ujar wanita yang mengenakan kaos bewarna putih tersebut.

Bahkan diketahui, rumah mertua (Julius, Komisaris PT KAYA) yang saat ini ditempati Canakya Suman dan keluarganya sudah menjadi jaminan agunan.

"Rumah di Komplek Cemara Asri yang saya tempati saat ini sudah mau dilelang juga ," ujar Murni.

Sementara, terdakwa tak lagi bisa menghasilkan uang dari usahanya membangun perumahan.

"Canakya sempat berhasil membangun perumahan di Mandala dan Delitua. Walau sempat mandek, tapi akhirnya bisa diteruskan," ujar Murni lagi

Tentang perumahan Takapuna Residen, yang berada di Jalan Kapten Sumarsono Medan, Murni mengakui ada dua unit rumah diberi oleh Canakya, akan tetapi berdasarkan pengakuannya akhirnya dijual.

"Saya sempat memiliki 2 unit rumah di Takapuna, tapi sudah saya jual," ujarnya.

Murni mengakui, bahwa Canaknya membangun┬áperumahan Takapuna Residen setelah mendapatkan kredit di sebuah bank pemerintah senilai Rp 39,5 miliar.

"Saya sempat menjadi saksi ketika akad kredit berlangsung 27 Februari 2014 silam," jelasnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved