Breaking News:

Pencopotan Rektor UINSU

TERANCAM DICOPOT, Rektor UINSU Dijatuhi Sanksi Satu Tahun Turun Jabatan

Rektor UINSU Prof Dr Syahrin Harahap terancam dicopot dari jabatannya lantaran dijatuhi sanksi oleh Kementerian Agama

Editor: Array A Argus
INTERNET
Rektor UINSU Prof Dr Syahrin Harahap terancam dicopot dari jabatannya setelah dijatuhi sanksi oleh Kementerian Agama 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Kementerian Agama RI menjatuhkan sanksi terhadap Rektor UINSU (Universitas Islam Negeri Sumatera Utara), Prof Dr Syahrin Harahap.

Karena sanksi ini pula, Rektor UINSU terancam dicopot

Pasalnya, Rektor UINSU dijatuhi sanksi penurunan jabatan.

Juru Bicara Kementerian Agama, Anna Hasbie membenarkan bahwa Rektor UINSU telah dijatuhi sanksi hukuman disiplin. 

Surat Keputusan tentang hukdis itu telah diserahkan kepada Syahrin Harahap pada 21 September 2022.

Rektor UINSU periode 2020-2024, Syahrin Hararap saat memimpin Dies Natalis dan Wisuda Online, Kamis (19/11/2020).
Rektor UINSU periode 2020-2024, Syahrin Hararap saat memimpin Dies Natalis dan Wisuda Online, Kamis (19/11/2020). (Humas UINSU)

"Hukdis yang diberikan berupa Penurunan Jabatan Setingkat Lebih Rendah Selama 12 Bulan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah No 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS dan didasarkan hasil sidang Dewan Pertimbangan Kepegawaian tingkat 1, sesuai dengan Peraturan Menteri Agama No 14 tahun 2021 tentang Dewan Pertimbangan Kepegawaian," ujar Anna melalui keterangan tertulis, Sabtu (24/9/2022).

Dirinya mengatakan hukuman disiplin ini telah sesuai dengan regulasi yang berlaku.

"Kemenag tentu tidak akan sewenang-wenang. Semua keputusan didasarkan pada regulasi," tutur Anna, sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com.

Atas keputusan ini, kata Anna, Syahrin Harahap masih memiliki kesempatan untuk mengajukan upaya administratif kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (Menteri Agama).

Ketetapan ini sebagaimana diatur dalam PP No 79 tahun 2021.

"Ada waktu 14 hari bagi Syahrin Harahap untuk menyampaikan upaya administratif," jelas Anna.

"Jika Pak Syahrin tidak ajukan upaya adaministratif dalam rentang waktu yang telah ditentukan, atau mengajukan namun ditolak, maka hukdis yang dijatuhkan berlaku efektif pada hari ke-15," tambah Anna.

Dijelaskan Anna Hasbie, jika hukdis telah efektif, maka jabatan Syahrin Harahap turun satu tingkat menjadi Lektor Kepala. Jika Lektor Kepala, maka Syahrin otomatis tidak memenuhi syarat sebagai rektor UIN Sumatera Utara.

"Jika sudah tidak memenuhi syarat, maka Menag bisa menonaktifkan Pak Syahrin dari jabatannya sebagai rektor," kata Anna.

Pilih bungkam dan terkesan menutupi

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved