Berita Viral

VIRAL Seorang Polwan Hajar Kekasih Adiknya hingga Babak Belur

Baru-baru ini seorang Selebgram asal Riau bernama Riri Aprilia Kartin membagikan kisahnya yang menjadi korban penganiayaan seorang Polwan dan ibunya.

Penulis: Istiqomah Kaloko | Editor: Royandi Hutasoit
HO / Tribun Medan
Riri Aprilia 

TRIBUN-MEDAN.COM - Baru-baru ini seorang Selebgram asal Riau bernama Riri Aprilia Kartin membagikan kisahnya yang menjadi korban penganiayaan seorang Polwan dan ibunya.

Penganiayaan  itu terjadi lantaran sang Polwan dan ibunya tak menyetujui Selebgram tersebut menjalin hubungan dengan adiknya.

Melalui akun instagramnya @ririapriliaaaaa, Selebgram tersebut menceritakan kronologi kejadian penganiayaan itu.

"Saya membuat laporan atas pengeroyokan yang dilakukan oleh kakak (seorang polisi wanita) dan ibu dari pacar saya. Mereka memukul, menjambak, menampari saya karena mereka tidak terima saya menjalin hubungan dengan dengan adik/anaknya," tulis Riri Aprilia.

Akibat penganiayaan yang dilakukan oleh Polwan dan ibunya tersebut, Riri Aprilia mengalami sejumlah luka lebam dibeberapa bagian tubuhnya.

Ternyata, penganiayaan yang dilakukan oleh Polwan dan ibunya itu bukan yang pertama kali terjadi pada Riri Aprilia.

"Udah berkali-kali saya diperlakukan tidak adil kaya gini. Seolah-olah disini saya salah sepenuhnya dihubungan saya dengan adiknya," tulis Riri.

Riri Aprilia, selebgram asal Riau yang menjadi korban penganiayaan oknum Polwan dan ibunya
Riri Aprilia, selebgram asal Riau yang menjadi korban penganiayaan oknum Polwan dan ibunya

"Pertama kali dulu kakaknya masuk ke rumah saya nyelonong tidak sopan dengan memakai baju dinasnya sampai ke kamar mencari saya karena tidak ada yang respon dia datang. Kedua, saya digrebek diangkut di kontrakan saya oleh tim kerja kakaknya (alasan beliau karena susah buat ketemu dan mencari saya," lanjutnya.

"Ketiga, dia datang bersama ibunya ke kontrakan saya, mendobrak paksa pintu kontrakan dan langsung menjambak, menyeret, menampar berkali-kali kepala saya secara membabi buta ia bersama ibunya," lanjutnya lagi.

Akibat penganiayaan itu, ketua RW yang saat itu mencoba melerai kejadian itu terkena serangan jantung dan meninggal di tempat.

"Pak RW pas kejadian ngebelain saya karena tidak terima saya dikeroyok oleh mereka. Saat pak RW ngebela saya, si kakaknya yang merupakan anggota Polri meneriaki si bapak. Sehingga pak RW terkena serangan jantung dan menghembuskan nafas terakhir di TKP," tulis Riri.

Polwan dan ibunya itu kemudian dilaporkan oleh Riri Aprilia ke Polda Riau. Kini Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau telah menetapkan Polisi Wanita (Polwan) berinisial IDR dan ibunya berinisial YUL sebagai tersangka atas kasus penganiayaan.

Setelah ditelusuri, ternyata Polwan tersebut bertugas di Badan Narkotika Provinsi (BNNP) Riau. Tak hanya dijerat pidana, Polwan tersebut juga dinyatakan melanggar kode etik kepolisian.

Namun, ibu sang Polwan yang terlibat dalam penganiayaan itu tidak ditahan lantaran wanita berinisial YUL tersebut dinilai kooperatif serta harus merawat cucunya yakni anak dari Polwan tersebut.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved