Breaking News:

Berita Sumut

Diasuh Sejak 2021, Ini Motif Pasutri di Karo Siksa Keponakannya yang Masih Balita Hingga Kritis

Seorang balita berinisial A (4) korban penganiayaan telah diasuh oleh pasangan suami istri yakni Josis Sembiring dan Mariati sejak tahun 2021.

HO/Tribun Medan
Personel Unit PPA Satreskrim Polres Tanah Karo saat menjenguk korban di rumah sakit. Saat ini korban sedang menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara, Kota Medan. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Seorang balita berinisial A (4) yang menjadi korban penganiayaan telah diasuh oleh pasangan suami istri (pasutri) yakni Josis Sembiring dan Mariati sejak tahun 2021.

Balita A merupakan keponakan dari pasutri warga Kecamatan Tiganderket, Kabupaten Karo.

Mulanya pada November tahun 2021 lalu Mariati yang merupakan bibi korban menjemput balita A ke rumah orang tuanya di Jakarta.

Baca juga: KEJINYA PASUTRI di Karo, Aniaya Keponakan yang Masih Balita Hingga Pendarahan Otak dan Kritis

Diketahui, Mariati merupakan adik kandung dari ayah korban. Korban dijemput ke sana, dikarenakan kedua orang tuanya yang sudah berpisah, kemudian Mariati diminta oleh ayah korban untuk mengasuhnya.

"Karena tidak ada yang mengurus korban, bapak kandung korban menyuruh adiknya Mariati, untuk membawa korban ke Kabupaten Karo untuk diasuh," ucap Kasi Humas Polres Tanah Karo, Iptu M Sahril, Selasa (27/9/2022).

Namun, akibat perekonomian pasutri tengah sulit, ditambah lagi orang tua balita A yang tidak pernah mengirimkan uang, membuat keduanya mudah marah setiap korban ada melakukan kesalahan.

Kekesalan Mariati dilakukan dengan melakukan penganiayaan terhadap korban.

Selanjutnya, Mariati yang mengadukan hal tersebut ke suaminya juga turut melakukan aksi serupa.

Bahkan, apa yang dilakukan oleh suaminya lebih parah di mana akibat dari penganiayaan tersebut, tiga jari korban pada tangan sebelah kiri mengalami patah.

Tak hanya melakukan aksi penganiayaan terhadap fisik korban, bahkan kedua pelaku diduga sering kali menelantarkan korban dengan tidak memberi makan.

Pada akhir Agustus lalu, korban juga sempat mengalami kecelakaan tertimpa kayu pada bagian kepalanya karena takut setelah dimarahi oleh pelaku.

Sebelumnya, diketahui orangtua pelaku sempat menasehati pasutri tersebut agar tidak melakukan aksi tersebut. Namun, kedua pelaku malah tidak terima.

"Perlakuan kedua pelaku juga sering diketahui oleh tetangga, sehingga tetangga sering memberikan makanan kepada korban. Namun apabila kedua pelaku mengetahui hal tersebut keduanya kembali menganiaya korban," katanya.

Kasus penganiayaan itu terungkap, saat Kepala Desa setempat mengantarkan balita A untuk berobat ke RSU Kabanjahe.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved