Breaking News:

Berita Sumut

Dituding Potong Dana BOS dan Sertifikasi Guru Madrasah, Ini Jawaban Kakankemenag Sergai

Kakankemenag Kabupaten Sergai, Zulkifli Sitorus membantah tudingan adanya pemotongan dana bantuan operasional dan sertifikasi guru madrasah.

Tribun Medan/Anugrah Nasution
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Serdangbedagai Zulkifli Sitorus saat diwawancarai Tribun Medan, Selasa (27/9/2022) 

TRIBUN-MEDAN.com, SERGAI - Kepala Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Serdangbedagai, Zulkifli Sitorus membantah tudingan adanya pemotongan dana bantuan operasional sekolah (BOS) dan sertifikasi guru madrasah. 

Pernyataan tersebut disampaikan Zulkifli menyusul adanya informasi pungutan liar di beberapa sekolah madrasah di Kabupaten Sergai yang membawa nama Kemenag Serdangbedagai

"Kemenag Serdangbedagai tidak pernah melakukan pemotongan terhadap dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sertifikasi guru madrasah," tegas Zulkifli saat dikonfirmasi Tribun, Selasa (27/9/2022). 

Baca juga: Tudingan Pungli di Kawasan Rally APRC 2022, Kapolres Simalungun Bantah Kabar yang Beredar

Kata dia, selama ini Kemenag Sergai secara bertanggung jawab memanfaatkan dana BOS dan juga sertifikasi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan juga kesejahteraan para guru madrasah. 

"Kementerian Agama Sergai berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pendidikan madrasah. Di samping terus memotivasi siswa untuk berprestasi, juga membina guru agar meningkatkan kapasitasnya dengan  memanfaatkan anggaran BOS dan Sertifikasi sesuai juknis yang ada," lanjut dia. 

Zulkifli pun telah mengeluarkan surat imbauan kepada semua sekolah madrasah, agar tidak sekali-kali melakukan pemotongan terhadap dana BOS dan sertifikasi guru. 

Dia pun berharap tidak ada oknum yang melakukan tindakan tersebut karena akan merusak citra Kemenag. 

“Seluruh pejabat, staf dan  madrasah harus mengikuti aturan dan mentaati surat himbauan tersebut, guna sebagai upaya dan ikhtiar bersama pencegahan gratifikasi,” tutup Zulkifli. 

Kasus dugaan pengutan liar di beberapa sekolah madrasah Sergai bermula adanya informasi pemotongan insentif guru madrasah sebesar Rp 150 ribu. 

Baca juga: 12 ASN Pemkab Deliserdang Dipecat Karena Pungli, Korupsi Hingga tak Masuk Kerja

Uang tersebut kemudian dikabarkan disetorkan ke oknum yang bekerja di Kemenag Kabupaten Sergai melalui rekening. 

Pengutan tersebut dilakukan pada pembayaran tunjangan guru madrasah pada triwulan kedua yakni pada bulan Mei hingga Juni 2022.

(cr17/tribun-medan.com) 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved