Kurir Ganja

Dua Warga Aceh Kirim 10 Kg Ganja ke Jakarta, Kini Terancam 20 Tahun Penjara

Dau warga Aceh yang menjadi pengirim 10 Kg ganja ke Jakarta terancam hukuman 20 tahun penjara

TRIBUN MEDAN/EDWARD GILBERT MUNTHE
Jaksa Penutut Umum (JPU) Chandra Priono Naibaho saat menuturkan dakwaannya kepada terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa(27/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM,MEDAN- Muhammad Ikhsan dan Nasrullah, dua warga Aceh ini terancam hukuman 20 tahun penjara karena nelat kirim 10 Kg ganja ke Jakarta.

Dalam persidangan, dua warga Aceh ini disebut ditangkap polisi pada Kamis, 28 Juli 2022.

Menurut Jaksa Penutut Umum (JPU), Chandra Priono Naibaho, petugas Polrestabes Medan menangkap dua warga Aceh ini di dua lokasi terpisah.

Terdakwa Ikhsan ditangkap sekira pukul 17.30 WIB di Jalan Panglima Denai No 10, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Baca juga: Modus Simpan 3 Ons Ganja di Kemasan Oleh-oleh Siantar, Bocah 15 Tahun Ditangkap Polisi

Sementara Nasrullah ditangkap saat tengah menunggu di Alfamidi Selambo.

"Petugas kepolisian Polrestabes Medan menemukan dua buah paket yang dikirimkan oleh kedua terdakwa dengan masing-masing berisikan 5 bungkusan berwarna coklat yang di dalamnya terdapat narkotika jenis ganja, seluruhnya seberat 10.000 gram atau 10 kg ditempat jasa pengiriman barang Sicepat," kata jaksa, Selasa (27/9/2022).

Jaksa mengatakan, setelah ditangkap, kedua terdakwa mengakui perbuatannya. 

Polisi lantas melakukan pengembangan, dan menemukan lagi ganja kering sebanyak 18 Kg di pinggir jalan hutan yang terletak di Desa Meurue, Kecamatan Indrapuri, Aceh.

Baca juga: Bawa Ganja 49 kg, Warga Medan Deli Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Miliar di PN Medan

Rencananya, ganja itu akan dijual oleh terdakwa kepada orang lain seharga Rp 3,5 juta per satu kilogram. 

"Berdasarkan pengakuan terdakwa I tersebut, sehingga terdakwa II berhasil ditangkap, kemudian terdakwa I dan terdakwa II mengakui bahwa masih ada sisa narkotika jenis ganja sebanyak 4 bungkusan berwarna coklat seberat 4000 gram disimpan di dalam rumah Feri (DPO) di Jalan Panglima Denai No 10 Medan. Kemudian petugas kepolisian Polrestabes Medan membawa terdakwa I dan terdakwa II kerumah Feri dan menemukan serta menyita barang bukti berupa 4 bungkusan berwarna coklat berisi narkotika jenis ganja berat bersih 4.000 gram dari dalam sebuah rumah tersebut," bebernya.

Kemudian kedua terdakwa menerangkan bahwa keuntungan yang akan didapat apabila berhasil menjual narkotika jenis ganja tersebut akan dibagi dua oleh terdakwa I. bersama Rabu (DPO) serta Feri.

Sedangkan terdakwa II sudah mendapat keuntungan sebesar Rp 2 juta pada saat menemani terdakwa I mengambil narkotika jenis ganja dari Rabu di Aceh.

Baca juga: Polres Metro Jakarta Barat Amankan 304 Kilogram Ganja, 4 Orang Dibekuk

Selanjutnya terdakwa I dan terdakwa II dibawa ke Polrestabes Medan guna pengusutan lebih lanjut.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) UU RI No.35/2009 Tentang Narkotika," tutupnya.(cr28/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved