Breaking News:

Polres Labuhanbatu

Jebak IRT Bawa Sabu ke Lapas Kota Pinang, RS: Ini Karena Dosa Saya

Dia ketahuan membawa satu plastik berisi sabu seberat 1,5 gram yang dicampurkan ke dalam jus pokat. Di mana ketika itu BS sudah ditetapkan jadi

Istimewa
Tersangka RS saat diwawancarai wartawan di RTP Polres Labuhanbatu. Ia ditangkap Satres Narkoba dari pengembangan kasus pemasok sabu ke Lapas Kota Pinang. 

Jebak IRT Bawa Sabu ke Lapas Kota Pinang, RS: Ini Karena Dosa Saya

TRIBUN-MEDAN.com, LABUHANBATU - Satres Narkoba Polres Labuhanbatu melakukan pengembangan terhadap kasus seorang Ibu Rumah Tangga (IRT).

Ia adalah waninta berinisial PA (51) warga Kota Pinang Labusel yang diamankan pada 1 Mei 2022 oleh pihak Lapas Kota Pinang karena barang bawaannya saat membesuk anaknya warga binaan pemasyarakatan (WBP) bernama BS (22).

"Dia ketahuan membawa satu plastik berisi sabu seberat 1,5 gram yang dicampurkan ke dalam jus pokat. Di mana ketika itu BS sudah ditetapkan jadi tersangka dan dari keterangan BS, kita menetapkan RS menjadi DPO yang menjadi pemasok sabu ke Lapas Kota Pinang," terang Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu AKP Martualesi Sitepu, Selasa (27/9/2022).

Ia mengaku pihaknya sudah memburu RS kurang lebih 5 bulan dan akhirnya ditangkap pada Rabu (17/9/2022) sekitar pukul 19.30 WIB saat berada di rumahnya yang berada di Desa Aek Batu Torgamba.

"Kita tangkap saat RS sedang tiduran di dalam rumahnya. Dan ini merupakan pengembangan dari kasus yang lain yaitu tertangkapnya ES (25) pada Sabtu (17/9/2022) sekira pukul 18.00 WIB di daerah PT Asam Jawa Desa Asam Jawa Torgamba setelah dilakukan undercover buy," akunya.

Pria dengan balok tiga dipundaknya ini, dari tersangka ES diamankan 5 plastik klip berisi sabu seberat 5,94 gram.

Terhadap kedua tersangka ES dan RS dijerat dengan Pasal 114 (2) Sub 112 (2) UU RI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

"Sejak diamankan, RS telah dilakukan pemeriksaan terhadap kakinya yang patah dan menurutnya ia mengalami kecelakaan tunggal di Perladangan sawit yang kejadiannya 3 hari sebelum ia kita tangkap," ujar AKP Martualesi Sitepu.

Kepada petugas, bapak dua anak ini menyesal telah menjebak PA (IRT) membawa sabu pesanan anaknya ke Lapas Kota Pinang.

"Mungkin ini akibat dosa saya Pak," kata RS kepada petugas.

Mengetahui hal tersebut, AKP Martualesi Sitepu memberikan tongkat kepada RS untuk terus dapat melangkahkan kakinya.

"Dan terhadap tersangka diproses dalam dua perkara narkotika dan saat ini tersangka RS ditahan dalam perkaranya ES sementara perkaranya dengan BS akan ditampung setelah menjalani hukuman yang pertama," pungkas AKP Martualesi Sitepu.

(akb/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved