Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Bachtiar Djafar, Mantan Wali Kota Medan, Tokoh Dibalik Pembangunan Jalan Marelan-Medan Labuhan

Haji Bachtiar Djafar lahir pada 27 Juli 1939 di Labuhan Deli, Sumatera Utara. Ia menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Kota Medan.

Penulis: istiqomah kaloko | Editor: Ayu Prasandi
HO
Sosok Bachtiar Djafar 

TRIBUN-MEDAN.COM - Haji Bachtiar Djafar pernah menjabat sebagai Wali Kota Medan sejak 1 April 1990 hingga tahun 2000.

Haji Bachtiar Djafar lahir pada 27 Juli 1939 di Labuhan Deli, Sumatera Utara. Ia menempuh pendidikan dari SD hingga SMA di Kota Medan.

Bachtiar Djafar memulai pendidikannya di SD Labuhan Deli Medan. Lalu pada tahun 1953, ia lanjut mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Medan dan ia menyelesaikan pendidikan Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Medan.

Baca juga: SOSOK Dolly Putra Parlindungan Pasaribu, Alumni Fakultas Pertanian USU yang Kini Jabat Bupati Tapsel

Usai tamat sekolah pada tahun 1962, Haji Bachtiar Djafar kemudian masuk Akademi Militer Nasional di Bandung. Pada tahun 1978, ia masuk Sesko BRI Bagian Darat Bandung.

Empat tahun kemudian tepatnya pada tahun 1982, Bachtiar Djafar  bergabung ke Sesko ABRI Bagian Gabungan Bandung yang saat ini dikenal dengan Sesko TNI.

Pada usia 41 tahun, Bachtiar Djafar menjadi Asisten Logistik (Aslog) Kopassus. Kemudian karier militernya berlanjut menjadi Aslog Kodam VI Siliwangi di tahun 1983 sampai dengan 1986.

Dari dunia militer, karier Bachtiar berlanjut ke bidang politik.  Pada tahun 1990,  Bachtiar Djafar menjabat sebagai wali kota Medan menggantikan Agus Salim Rangkuti. Dia memimpin selama dua periode.

Saat menjadi Walikota Medan, Bachtiar Djafar yang merupakan suku Melayu cukup dihormati seluruh kalangan.

Hal ini terlihat dari seluruh bangunan milik pemerintah kota dihiasi dengan ornamen ragam hias khas Melayu. Di rumah dinas wali kota, dibangun pula balai bercirikan Kemelayuan.

Pada tahun 2013 lalu, Bachtiar Djafar mendapat gelar adat yakni Datuk Tuah Perkasa.  Gelar itu ditabalkan oleh Tuanku Sultan Langkat.

Baca juga: Sosok Ursinus Elias Medellu, Mantan Kapolda Sumut Pencetus BPKB dan Sistem Tilang Kendaraan

Saat memimpin Medan, Bachtiar Djafar membuat beberapa kebijakan yang sampai saat ini masih dinikmati masyarakat Medan.

Kebijakan itu antara lain membuka Jalan Medan Marelan yang tembus ke Medan Labuhan. Selain itu, pembebasan jalan Ring Road Gagak Hitam Medan, yang kini jadi salah satu kawasan bisnis juga merupakan ide dari Bachtiar Djafar.

Sejak melepas jabatannya dari wali kota, pada tahun 2001 lalu, ia kemudian menjadi anggota DPRD.

Selain itu, ia juga aktif di berbagai organisasi yakni menjadi Dewan Penasehat di Partai Golongan karya (Golkar) Medan dan Dewan Penasehat Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Medan.

Tak hanya itu,  Bachtiar Djafar juga menjadi penasehat Rumah Cendekiawan Melayu Indonesia.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved