G30S PKI

Temui Soeharto pada 30 September 1965, Cerita tentang Letkol Untung Sebelum Penculikan Jenderal

Cakrabirawa satuan yang dibentuk khusus untuk melindungi atau mengamankan Presiden RI, saat itu Soekarno dan keluarganya.

Editor: Salomo Tarigan
DOK PEMERINTAH RI/YOUTUBE/KOLASE TRIBUNWOW.COM
Letkol Untung dan Mayjen Soeharto 

Dalam wawancara dengan Tribun, beberapa waktu lalu, Sulemi sempat menunjukkan bekas siksaan yang membekas di tubuhnya saat di penjara Salemba.

Kuku jempol kakinya yang tak tumbuh normal jadi saksi bisu aksi penyiksaan itu.

Kuku yang dicabut paksa menggunakan tang adalah siksa paling perih yang dia rasakan.

Selain itu, ia sudah kenyang dengan bermacam jenis hukuman di penjara.

Baca juga: KISAH PILU Pierre Tendean Batal Nikah di Medan, Ngaku Jenderal Nasution yang Dicari Cakrabirawa

Ia masih mengingat saat kedua tangannya diikat di kursi, lalu tubuhnya disetrum dengan tegangan listrik hingga ia terpental.

Kakinya pernah ditindih kaki kursi, lalu petugas mendudukinya dengan sekuat tenaga.

Tubuh Sulemi sampai harus digotong menuju sel karena tak bisa berjalan usai diperiksa.

Sulemi meyakinkan ia tak sedang mengarang cerita.

Ia hanya menyampaikan pengalamannya.

Ia pun siap menanggung risiko atas kejujurannya.

Seperti saat ia masih dipenjara karena dituduh terlibat dalam G30 SPKI.

Dalam kondisi tertekan hingga disiksa, Sulemi tak pernah mengubah pendiriannya.

Baca juga: DIMUSUHI PKI Gegara Tolak Kaum Buruh Tani Dipersenjatai, MT Haryono Sempat Rebut Senjata Cakrabirawa

Ia selalu membantah tuduhan atas keterlibatannya dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

"Saya lebih baik mati disiksa daripada harus mengakui sebagai komunis," katanya saat itu

Ia hanyalah seorang prajurit rendah, begitu pun teman-temannya sesama anggota Cakrabirawa.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved