Berita Medan

35 Mahasiswa UMI Jadi Relawan Stunting, Wali Kota Bobby Nasution Sentil OPD Pemko Medan

Bobby Nasution meminta seluruh OPD Pemko Medan turut berperan menjadikan ibu kota Provinsi Sumatera Utara zero stunting.

Tribun Medan/Anisa Rahmadani
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menghadiri pengukuhan 35 mahasiswa kedokteran yang menjadi  relawan stunting di Kecamatan Medan Selayang Kota Medan, Rabu (28/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - 35 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Methodist Indonesia (UMI) dikukuhkan sebagai relawan percepatan penurunan stunting di Kecamatan Medan Selayang Kota Medan.

Pengukuhan relawan stunting ini mendapat apresiasi oleh Wali Kota Medan Bobby Nasution saat mengisi acara seminar di kampus UMI Jalan Setia Budi, Pasar II Medan, Rabu (28/9/2022). 

Dalam kesempatan itu, Bobby Nasution meminta seluruh OPD Pemko Medan turut berperan menjadikan ibu kota Provinsi Sumatera Utara zero stunting.

"Pak Kadis P2KB (Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana) tolong sampaikan pesan kepada seluruh kepala OPD di lingkungan pemko Medan, agar kedepannya harus bisa menjadi Bapak Asuh Stunting bagi seluruh anak-anak stunting yang ada di kota Medan,” ucap Bobby Nasution, Rabu.

Baca juga: Percepatan Penanganan Stunting, Kecamatan Medan Labuhan Gelar Pertemuan Dengan Stakeholder

Bobby Nasution pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Rektor UMI karena mau ikut berperan membantu Pemko menangani stunting di Kota Medan

"Saya berterima kasih atas dukungan yang diberikan UMI, termasuk meluncurkan relawannya. Kami harap relawan ini nantinya benar-benar mendampingi setiap keluarga. Kalau bisa Pak Rektor langsung menunjuk setiap relawan yang mungkin bertugas untuk mengedukasi atau bertanggung jawab terhadap beberapa keluarga," ucap menantu Presiden Joko Widodo itu. 

Tak hanya itu, Bobby Nasution menyatakan salut kepada Bishop dan Rektor UMI beserta jajarannya yang bersedia menjadi bapak asuh bagi anak penderita stunting.

"Saya berharap hal itu bisa diikuti Dandim 0201/Medan dan Kapolrestabes Medan yang diwakili Wakapolres agar bisa menyampaikan kepada jajarannya untuk dapat menjadi Bapak Asuh Stunting," jelasnya.

Dijelaskan Bobby Nasution, stunting bukan hanya berkaitan dengan masalah ekonomi, tetapi juga ilmu pengetahuan masyarakat tentang gizi dan asupan makanan.

"Intinya yang ingin saya sampaikan, pencegahan stunting itu bukan hanya tanggung jawab dari mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat maupun Gizi saja, tapi semua fakultas punya peranan penting untuk mencegah stunting,” ucapnya.

Baca juga: Entaskan Stunting, Pemko Medan Kolaborasi dengan Pemuda Katolik

Ia pun berharap semua pihak mau berkolaborasi dengan Pemko Medan untuk menyelesaikan permasalahan stunting.

“Bantuan sekecil apa pun dari masyarakat kepada Pemko Medan tentunya sangat membantu dalam penyelesaiannya, termasuk pencapaian dan percepatan target dari segala sisinya,” pungkasnya.

(cr5/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved