Berita Medan

Banyak Kejanggalan, Polda Sumut Bakal Hentikan Kasus Dugaan Siswi SD Dirudapaksa Kepsek-Tukang Sapu 

Penghentian penyidikan dilakukan polisi setelah banyak menemukan kejanggalan dan ketidaksesuaian fakta dalam kasus tersebut.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: mustaqim indra jaya
Tribun Medan/Fredy Santoso
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut Kombes Tatan Dirsan Atmaja saat memaparkan akan menghentikan kasus dugaan rudapaksa siswi SD oleh kepsek dan tukang sapu, Rabu (28/9/2022). 

Pelaku aksi bejat itu diduga Kepala Sekolah dan tukang sapu di sekolah bocah 10 tahun tersebut.

Kepada Hotman Paris Imelda mengaku, anaknya diduga menjadi korban rudapaksa oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi sekolah hingga tukang sapu di Medan.

Kejadian itu pun disebut dilakukan di sekolah. Anaknya diduga diberi minum, serbuk putih lalu kemudian diikat dan dibawa ke gudang sekolah.

Kemudian seseorang yang diduga kepala sekolah keluar dari gudang dan menjaga pintu gudang.

"Kepala sekolah keluar dari gudang terus jaga gudang. Si tukang sapu masuk ke gudang letakkan anak tadi ke gudang, ke atas meja di dalam gudang. Setelah itu tukang sapu keluar jaga gudang pimpinan sekolah masuk,"kata Imelda, seperti dilihat dari Instagram pribadi Hotman Paris, Rabu (7/9/2022).

Di dalam gudang inilah diduga bocah perempuan 10 tahun ini dirudapaksa oleh kepala sekolah, pimpinan administrasi hingga tukang sapu.

Dalam sesi tanya jawab antara Hotman dan Imelda ia mengaku anaknya dirudapaksa sebanyak dua kali oleh para pelaku.

"Sampai 2 kali kejadian. Pimpinan sekolah, pimpinan administrasi bahkan tikang sapu memerkosa anak ibu ?" tanya Hotman.

Kemudian wanita berkaus merah ini pun mengiyakan kejadian yang dialami anaknya sebanyak dua kali.

"Iya."

Hotman Paris menyebut kasus ini telah dilaporkan ke Polrestabes Medan pada 10 September 2021 lalu dan dilanjutkan ke Polda Sumut.

Namun dugaan rudapaksa siswi perempuan ini diduga mandek hingga hampir setahun.

Saat itu yang dilaporkan cuma tukang sapu dan seorang pegawai tata usaha, sementara kepala sekolah dan pimpinan administrasi belum.

Baca juga: Ibu Siswi SD Korban Dugaan Rudapaksa di Medan Sebut Pernah Ketemu Kapolda, Ini yang Disampaikan

Hotman Paris meminta supaya Kapolda Sumut menyelidiki kasus ini. 

Dia menyebut agar Irjen Pol Panca menyoroti dugaan rudapaksa siswi perempuan yang diduga melibatkan Kepala Sekolah hingga tukang sapu.

"Bapak Kapolda Sumut tolong kasus ini mendapat perhatian. Sudah dilaporkan sejak september 2021.Kasusnya dilimpahkan ke Polda Sumut," minta Hotman Paris.

(cr25/tribun-medan.com)

 

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved