Brigadir J Ditembak Mati

INILAH Rasamala Aritonang Pengacara Batak yang Siap Membela Ferdy Sambo, Satu Tim Sarmauli

Sejumlah pengacara mulai merapat membela Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang terancam hukuman mati.  Sejumlah pengacara hebat pun mulai bergabung

HO
Eks pegawai KPK Rasamala Aritonang saat ditemui di Pengadilan Negeri Tangerang, Kota Tangerang, Rabu (23/3/2022). 

Diketahui, Brigadir J tewas di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta, 8 Juli 2022.

Brigadir J tewas ditembak Bharada E atau Richard Eliezer atas perintah Ferdy Sambo. Selain Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, Polri menetapkan 3 tersangka pembunuhan berencana lainnya yakni Bharada Richard, Bripka Ricky Rizal, dan Kuat Maruf.

Kelimanya dijerat pidana pembunuhan berencana Pasal 340 KUHP juncto 338 KUHP serta 55 dan 56 KUHP.

Keluarga Brigadir J Minta Polri Tahan Putri

Bareskrim Mabes Polri kembali panggil keluarga inti almarhum Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat, di Mapolda Jambi. 

Didampingi kuasa hukum Kamarudin Simanjuntak, keluarga dipanggil untuk lengkapi BAP kasus pembunuhan Yosua.

Kedatangan keluarga inti almarhum Brigadir Yosua Hutabarat, Minggu (25/9/2022) siang di Mapolda Jambi untuk memenuhi panggilan Bareskrim, guna meminta tanda tangan 11 saksi, atas kasus pembunuhan brigadir Yosua dengan tersangka Irjen Ferdy Sambo.

Penyidik Bareskrim minta tanda tangan berita acara perkara, dari 11 orang saksi di antaranya, kedua orang tua Brigadir Yosua, bibi, pacar korban, dan keluarga lain. 

Keluarga Yosua berharap berkas kasus pembunuhan Yosua agar segera disidangkan.

Dorongan agar Putri Candrawati, istri Ferdy Sambo ini untuk segera ditahan terus disuarakan oleh keluarga almarhum Yosua Hutabarat. 

Saat memenuhi panggilan Bareskim Polri di Polda Jambi untuk melengkapi BAP kasus pembunuhan Yosua, bibi Yosua Hutabarat, Roslin Simanjuntak kembali mendesak Polri untuk menahan istri Ferdy Sambo ini.

Roslin menyatakan Putri seharusnya ditahan karena sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan Yosua Hutabarat.  

Ia juga merasa demi keadilan harusnya semua tersangka kasus pembunuhan Yosua ditahan, termasuk Putri Candrawathi.

Selain desakan agar Putri Candrawathi segara ditahan, keluarga Yosua juga berharap agar berkas perkara yang ditanda tangani hari ini bisa segera diproses untuk dilimpahkan ke Kejaksaan Agung sehingga bisa segera disidangkan.

Baca juga: Usai Diperiksa 12 Jam, Anak-Istri Bos Judi Online Kembali Diperiksa untuk Ketiga Kali di Polda Sumut

Baca juga: Syukuran 40 Tahun Bentara Budaya, Berkomitmen Jadi Ruang Pertemuan Budaya Nusantara

(*)

Berita sudah tayang di tribunnews.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved