Breaking News:

Jawaban Jampidum Soal Putri Candrawathi Ditahan Usai Tahap 2 Nanti

Kali ini, peluang apakah Putri Candrawathi ditahan dijelaskan oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana.

Kolase Tribun Manado/Polri TV/Tangkap Layar/KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Pantas Psikolog Sebut Putri Candrawathi Aneh Usai Ngaku Dilecehkan, Ternyata Karena Sikap Ini 

TRIBUN-MEDAN.com - Persoalan penahanan Putri Candrawathi dalam kasus pembunuhan Brigadir J kembali muncul.

Kali ini, peluang apakah Putri Candrawathi ditahan dijelaskan oleh Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana.

Kata Jampidum, kewenangan Putri Candrawathi ditahan sewaktu tahap dua (penyerahan barang bukti dan tersangka) ada di tangan jaksa penuntut umum (JPU).

Diketahui, berkas tersangka Putri Candrawathi sudah ditanyakan lengkap (P-21).

Oleh sebab itu, dalam waktu dekat ini Putri Candrawathi bersama barang bukti akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Jampidum Fadil Zumhana tak bisa memastikan apakah nanti Putri Candrawathi akan ditahan saat tahap dua.

“Tentang ditahan tidaknya seseorang itu tentu adalah alasan objektif dan subjektif, itu kewenangan sepenuhnya jaksa penuntut umum, nanti kalian bisa lihat perkembangannya, jaksa penuntut umum bisa bersikap apa di sana,” ucap Fadil Zumhana.

“Kalau jaksa mengkhawatirkan dua alasan, mengkhawatirkan melarikan diri, merusak tindak pidana dan barang bukti atau akan melakukan tindak pidana lainnya, ini alasan-alasan yang dilihat dasar objektif, objektif dan pasalnya bisa ditahan, dan subjektif khawatir tidak Jaksa melarikan diri.”

Fadil lebih lanjut menyampaikan, menjawab kekhawatiran tersangka melarikan diri, JPU yang ditunjuk sudah berkoordinasi dengan bidang intelijen.

“Segera, telah dinyatakan lengkap untuk melakukan cegah tangkal, melakukan pencegahan agar tidak keluar negeri, ini jaksa penuntut umum mengambil langkah itu, supaya mengantisipasi terjadi pelarian ke luar negeri,” ujarnya.

“Antisipasi jaksa sudah sampai dilaporkan kepada saya, kami akan melakukan pencekalan, melakukan pencegahan terhadap Ibu PC, saya bilang dipersilakan sepanjang itu diperlukan untuk kepentingan memperlancar di pengadilan. Tentang penahanan, sepenuhnya saya serahkan kepada jaksa penuntut umum dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.”

Sebagaimana diketahui, hingga detik ini tersangka pembunuhan berencana Putri Candrawathi memang belum sekalipun menjalani penahanan.

Padahal penyidik mempunyai dasar kuat untuk bisa saja melakukan penahanan terhadap istri Ferdy Sambo tersebut.

Mengingat pasal yang dipersangkakan terhadap Putri Candrawathi, hukumannya lebih dari 9 tahun penjara.

Putri Candrawathi disangka melanggar Pasal 340 KUHP Subsider 338 KUHP juncto 55 dan 56 KUHP.

Untuk sangkaan tersebut, ancaman maksimal terhadap Putri Candrawathi adalah hukuman mati atau serendahnya 20 tahun penjara.

(*/ Tribun-Medan.com)

Artikel ini sudah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved