Breaking News:

Berita Sumut

MA Perkuat Putusan Banding Pembunuh Wartawan, Mantan Calon Wali Kota Divonis 20 Tahun Penjara

Putusan MA tersebut memperkuat hasil banding Pengadilan Tinggi Medan pada 25 April 2022 lalu. 

Penulis: Alija Magribi | Editor: mustaqim indra jaya
Tribun Medan/Alija Magribi
Sidang pembunuhan wartawan lokal Mara Salem Harahap oleh Mantan Calon Wali Kota Sudjito dan karyawannya, Yudi Pangaribuan 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Mahkamah Agung (MA) memutuskan hukuman 20 tahun penjara terhadap mantan Calon Wali Kota Pematangsiantar Sudjito alias Gito.

Putusan Mahkamah Agung tersebut memperkuat hasil banding Pengadilan Tinggi Medan pada 25 April 2022 lalu. 

Diketahui, Mahkamah Agung dalam putusan No : 932.K/Pid/2022 menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Medan No: 335/ Pid.B/2022/PT.Mdn dan putusan Nomor 336/Pid.N/200/PT Mdn, menolak permohonan kasasi terdakwa dan jaksa.

Baca juga: Terbukti BUNUH WARTAWAN, Mantan Calon Wali Kota Siantar Sudjito Divonis Seumur Hidup

Dua pelaku pembunuhan  Sudjito als Gito (57) warga jalan Seram Kelurahan Bantan  dan Yudi Fernando Pangaribuan (31) warga Siantar Utara dihukum 20 tahun penjara.

Kasi Pidum Yoyok Adi Syahputra kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/9/2022). 

"Menolak permohonan kasasi dan memperkuat putusan banding. Artinya Foto dan Yudi harus menjalani hukuman 20 tahun penjara potong tahanan sementara yang telah dijalani," jelas Yoyok.

Lebih lanjut dijelaskan Yoyok, jika putusan Kasasi dari MA diterima Kejari Simalungun pada Senin (26/9/2022). Hukuman penjara 20 tahun tersebut lebih ringan dari putusan hakim Pengadilan Negeri Simalungun. 

Sebelumnya, kedua pelaku dituntut jaksa dan dihukum seumur hidup oleh hakim PN Simalungun. Karena terbukti menyuruh melakukan  penembakan Mara Salem Harahap alias Marsal, wartawan media online di Siantar. 

Namun vonisnya menjadi 20 tahun pascamengajukan banding ke Pengadilan Tinggi Medan. Tak puas dengan vonis tersebut, kedua terdakwa mengajukan permohonan kasasi ke Mahkamah Agung RI.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Sudjito alas Gito pemilik KTV Ferrari menjadi otak penembakan Marsal telah memerintahkan Yudi dan tersangka lainnya untuk memberikan pelajaran kepada Marsal dengan cara dibedil.

Karena menurut pelaku, korban Marsal sering memberitakan kabar negatif tentang tempat hiburan miliknya. Sehingga usahanya tutup dan bisnisnya terganggu.

Kemudian Gito berupaya untuk bernegosiasi dengan korban Marsal yang diduga meminta sejumlah uang agar tidak lagi memberitakan.

Baca juga: Mantan Calon Wali Kota Sudjito Mengaku Tak Berniat Menghilangkan Nyawa Marsal Harahap

Hingga akhirnya Marsal tewas dengan luka tembakan di bagian paha kiri atas. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu, 19 Juni 2021 di Nagori Karang Anyer, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, sekitar 300 meter dari kediaman korban.

Sudjito dipersalahkan  melanggar pasal 340 jo Pasal 55 ayat (1) ke-2 KUHP, sedangkan Yudi Fernando Pangaribuan melanggar pasal 340 jo Pasal 55 ayat (2) ke-2 KUHP, sebagaimana dakwaan primer jaksa.

Kasi Pidum Kejari Simalungun Yoyok Adi Syahputra jelaskan putusan Mahkamah Agung terkait kasasi terdakwa Gito dan Yudi pelaku pembunuhan wartawan di Siantar.

(alj/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved