Breaking News:

Brigadir J Ditembak Mati

Seluruh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kasus Sambo Diawasi, Putri Candrawathi Langsung Ditahan Kejagung?

Sebagaimana publik mengharapkan agar Putri Candrawathi segara ditahan setelah berkasnya P21.

Editor: Abdi Tumanggor
Istimewa
Putri Candrawathi 

TRIBUN-MEDAN.COM - Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana menyerahkan sepenuhnya soal penahanan Putri Candrawathi kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU). Sebab Fadil Zumhana menilai, yang sepenuhnya memahani soal perlu atau tidaknya penahanan adalah JPU.

“Tentang ditahan tidaknya seseorang itu tentu adalah alasan objektif dan subjektif, itu kewenangan sepenuhnya jaksa penuntut umum, nanti kalian bisa lihat perkembangannya, jaksa penuntut umum bisa bersikap apa di sana,” ucap Fadil Zumhana.

Sebagaimana publik mengharapkan agar Putri Candrawathi segara ditahan setelah berkasnya P21.

“Kalau jaksa mengkhawatirkan dua alasan, mengkhawatirkan melarikan diri, merusak tindak pidana dan barang bukti atau akan melakukan tindak pidana lainnya, ini alasan-alasan yang dilihat dasar objektif, objektif dan pasalnya bisa ditahan, dan subjektif khawatir tidak Jaksa melarikan diri.”

Fadil lebih lanjut menyampaikan, menjawab kekhawatiran tersangka melarikan diri, JPU yang ditunjuk sudah berkoordinasi dengan bidang intelijen. “Segera, telah dinyatakan lengkap untuk melakukan cegah tangkal, melakukan pencegahan agar tidak keluar negeri, ini jaksa penuntut umum mengambil langkah itu, supaya mengantisipasi terjadi pelarian ke luar negeri,” ujarnya.

“Antisipasi jaksa sudah sampai dilaporkan kepada saya, kami akan melakukan pencekalan, melakukan pencegahan terhadap Ibu PC, saya bilang dipersilakan (ditahan) sepanjang itu diperlukan untuk kepentingan memperlancar di pengadilan. Tentang penahanan, sepenuhnya saya serahkan kepada jaksa penuntut umum dan Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.”

Sebagaimana diketahui, hingga detik ini tersangka pembunuhan berencana Putri Candrawathi memang belum sekalipun menjalani penahanan. Padahal penyidik mempunyai dasar kuat untuk bisa saja melakukan penahanan terhadap istri Ferdy Sambo tersebut.

Mengingat pasal yang dipersangkakan terhadap Putri Candrawathi, hukumannya lebih dari 9 tahun penjara. Putri Candrawathi disangka melanggar Pasal 340 KUHP Subsider 338 KUHP juncto 55 dan 56 KUHP.

Untuk sangkaan tersebut, ancaman maksimal terhadap Putri Candrawathi adalah hukuman mati atau serendahnya 20 tahun penjara.

Seluruh JPU Kasus Sambo Diawasi

Di sisi lain, seluruh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Agung (Kejagung) yang akan menangani kasus Ferdy Sambo serta 4 tersangka lain dalam kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J bakal ditempatkan di rumah aman (safe house) selama masa persidangan berlangsung.

Tim JPU yang ditugaskan menangani perkara Brigadir J di persidangan juga akan diawasi langsung oleh Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) dan Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas).

Hal itu dilakukan buat menghindari upaya pihak-pihak tertentu untuk mempengaruhi tim jaksa yang menangani perkara Brigadir J.

"Mereka juga dipersiapkan untuk di safe house-nya ya untuk memastikan tidak ada gangguan. Itu juga sudah dikoordinasikan, selama persidangan," Ketua Komisi Kejaksaan (Komjak) Republik Indonesia Barita Simanjuntak dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, Rabu (28/9/2022).

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved