Breaking News:

TRIBUNWIKI

SOSOK Safzen Noerdin, Mantan Komandan Korps Marinir yang Pernah Jadi Dubes RI untuk Irak

Semangat dan orientasi hidup Safzen Noerdin baru terbentuk ketika ia duduk di bangku SMA. Saat itu, ia duduk disebuah kursi di dalam kelasnya.

Penulis: istiqomah kaloko | Editor: Ayu Prasandi
HO
Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn.) Safzen Noerdin, S.IP  

TRIBUN-MEDAN.COM - Letnan Jenderal TNI Marinir (Purn.) Safzen Noerdin, S.IP merupakan mantan Komandan Korps Marinir Ke-15.

Sebelum diangkat menjadi Komandan Korps Marinir,  Safzen Noerdin menjabat Komandan Pendidikan TNI Angkatan Laut.

Safzen Noerdin lahir di Kruengsabe, Aceh, pada 25 Januari 1952. Sejak kecil, Safzen Noerdin sekalipun tak pernah bermimpi menjadi seorang marinir.

Baca juga: SOSOK Rasamala Aritonang, Pria Berdarah Batak, Mantan Penyidik KPK & Kini Jadi Pengacara Ferdy Sambo

Apalagi ia lahir dan dibesarkan di Aceh sehingga membuat Safzen tak banyak mengetahui tentang Korps Marinir yang saat itu masih bernama Korps Komando (KKO) TNI AL.

Semangat dan orientasi hidup Safzen Noerdin baru terbentuk ketika ia duduk di bangku SMA. Saat itu, ia duduk disebuah kursi di dalam kelasnya.

Di kursi tersebut, terdapat sebuah ukiran dengan tulisan "KKO". Melihat tulisan itu, Safzen Noerdin lantas bertanya kepada temannya apa arti dari KKO.

Saat itu temannya kemudian menjawab bahwa orang yang mengukir nama itu kini telah menjadi seorang letnan KKO yakni pasukan komando Angkatan Laut. Hal itu lah yang kemudian membuat ia terdorong menjadi seorang Marinir.

Safzen Noerdin memulai karir militernya dari pangkat Letnan Dua KKO pada 1 Desember 1975.

Pada tahun 1988, Safzen Noerdin dipercaya bergabung dalam Kontingen Garuda-IX menjadi Perwira Observer Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Irak.

Kemudian pada tahun 1992, ia menjadi Wakil Komandan Kontingen Garuda XII-B Pasukan Pemeliharaan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang ditugaskan di Kamboja.

Safzen Noerdin yang masih berpangkat mayor marinir ketika itu bertugas mendampingi Komandan Kontingen Garuda XII-B Letkol Ryamizard Ryacudu (kini Kepala Staf TNI Angkatan Darat).

Baca juga: SOSOK Yevgeny Prigozhin, Tentara Bayaran Rusia yang Dijuluki Koki Putin, Pendiri Wagner Group

Semasa bertugas di Kamboja Noerdin aktif membina hubungan dekat dengan wartawan Indonesia yang meliput konflik di negeri pagoda itu.

Selain itu, Safzen Noerdin juga pernah dilibatkan dalam penyelesaian masalah Aceh duduk sebagai Ketua Joint Security Committee (JSC) dari unsur Pemerintah RI. Noerdin kemudian menjabat sebagai Wakil Panglima Komando Operasi TNI untuk Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.

Secara bertahap, pangkat Safzen Noerdin pun terus meningkat. Pada Mei 2008 lalu, ia diangkat menjadi Letnan Jenderal TNI Marinir dan sejak Februari 2010, Safzen sudah berstatus Purnawirawan.

Sebelum diangkat menjadi Komandan Korps Marinir, dia menjabat Komandan Pendidikan TNI Angkatan Laut.Sedangkan jabatan Kepala Staf Korps Marinir sudah dipegangnya dua tahun sebelumnya.

Pada Maret 2012 lalu, Safzen Noerdin kemudian dilantik sebagai Dubes RI utuk Irak. Safzen Noerdin mendapat kepercayaan sebagai duta besar setelah melewati tahapan penilaian di DPR RI.

(cr31/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved