Viral Medsos

Syarat Masuk Akmil Direvisi, Minimal Usia 17 Tinggi 160, Untuk Akomodir Anak Politisi Kurang Tinggi?

Warganet menduga bahwa revisi aturan daftar calon taruna dilakukan karena ada anak pejabat yang disebut tidak memenuhi standar sebelumnya.

Editor: Abdi Tumanggor
HO / Tribun Medan
Taruna Akmil Magelang 

TRIBUN-MEDAN.COM - Twit warganet yang merespons soal revisi syarat tinggi badan calon taruna TNI ramai di media sosial pada Selasa (27/9/2022). 

Dalam twit tersebut, warganet menduga bahwa revisi aturan daftar calon taruna dilakukan karena ada anak pejabat yang disebut tidak memenuhi standar sebelumnya.

"Karna anaknya tingginya gak masuk standar, terus dia bikin standar baru dong huhuu so sweett," tulis akun ini.

"Orang pinter baca berita ini: wah rata-rata tinggi badan remaja berkurang. Apakah masalah gizi? Kebanyakan gula? Harus dipikirkan nih karena remaja adalah masa depan sebuah bangsa. Orang pinter-pinter: hmm anak pejabut yang mana nih," ungkap warganet lainnya.

Hingga Rabu (28/9/2022), twit tersebut masing-masing telah dikomentari ratusan warganet, dibagikan dan disukai oleh ribuan akun.

Lantas, benarkah asumsi tersebut?

Penjelasan TNI

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Laksamana Pertama Kisdiyanto menepis tudingan soal revisi syarat tinggi badan calon taruna yang dikaitkan dengan adanya anak pejabat yang tidak memenuhi standar sebelumnya.

"Iya (tidak ada sangkut pautnya dengan anak pejabat)," terangnya saat dihubungi oleh Kompas.com, Rabu (28/9/2022).

Kisdiyanto mengungkapkan, masalah perubahan syarat tinggi badan itu sesuai dengan keterangan yang disampaikan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada Selasa (27/9/2022).

"Hal itu untuk mengakomodasi kondisi umum remaja di Indonesia yang rata-rata badannya tidak terlalu tinggi," ujar Kisdiyanto.

Alasan revisi syarat tinggi badan

Dilansir dari Kompas.com Selasa (27/9/2022), Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan bahwa perubahan syarat tinggi badan calon taruna itu dilakukan untuk mengakomodasi masyarakat yang ingin menjadi taruna dan taruni.

"Jadi kita menggunakan peraturan Panglima TNI yang terakhir itu tahun 2020 nomor 31 itu, itu sudah saya lakukan perubahan. Perubahan yang sebetulnya lebih mengakomodasi," jelasnya.

Revisi aturan ini dilakukan untuk syarat tinggi badan calon taruna dan taruni TNI periode 2022.

Dalam revisi itu, Andika menurunkan syarat tinggi badan calon taruna bagi pria. Dari yang semula 163 sentimeter menjadi 160 sentimeter.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved