Breaking News:

News Video

Takut Wajib Militer, Ini Penampakan Ribuan Warga Rusia yang Kabur Tinggalkan Negaranya

ribuan warga Rusia beramai-ramai meninggalkan negaranya bergerak menuju Georgia dan sejumlah negara tetangga lainnya.

Editor: Bobby Silalahi

TRIBUN-MEDAN.COM - Sebanyak ribuan warga Rusia beramai-ramai meninggalkan negaranya usai Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan mobilisasi militer.

Warga Rusia tersebut bergerak menuju Georgia dan sejumlah negara tetangga lainnya.

Akibat banyaknya warga Rusia yang kabur membuat situasi di perbatasan Georgia menuai kemacetan parah sepanjang 16 kilometer.

Hal itu terlihat dari sejumlah gambar satelit yang dirilis oleh Maxar Technologies.

Terlihat antrean kendaraan berupa truk kargo dan mobil mengular panjang di jalur perbatasan.

Menurut Maxar, antrean untuk menuju Georgia itu membentang lebih dari 16 kilometer.

Dikutip dari Sky News, kemacetan panjang ini sudah terjadi sejak Minggu (25/9).

Pada satu titik di hari Minggu, perkiraan waktu tempuh menuju Georgia mencapai 48 jam.

Dilaporkan lebih dari 3.000 kendaraan mengantre untuk melintasi perbatasan.

Pemerintah Georgia mencatat sudah ada 40 ribu warga Rusia yang datang ke negaranya sejak perang Rusia-Ukraina pecah.

Jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah.

Apalagi beredar kabar bahwa Kremlin akan segera menutup perbatasannya.

Hal ini dimaksudkan untuk mencegah pria yang cukup umur untuk berperang kabur dari Rusia.

Presiden Putin sebelumnya telah mengumumkan mobilisasi militer parsial.

Sebanyak 300 ribu pasukan cadangan akan diterjunkan ke Ukraina untuk bertempur.

Sebagian warga menolak untuk dipanggil menjadi tentara karena mereka tak ingin mati atau membunuh saudaranya.

(Tribun-Video.com)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved