News Video

Diduga Sindikat Internasional, Terdakwa Pengedar Sabu Hampir Rp 1 Miliar Libatkan Oknum Petugas

Keempat terdakwa secara virtual saling bersaksi dalam sidang lanjutan perkara peredaran gelap narkotika Golongan I jenis sabu senilai hampir Rp. 1M

Penulis: Edward Gilbert Munthe | Editor: Fariz

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Keempat terdakwa secara virtual saling bersaksi (saksi mahkota) dalam sidang lanjutan perkara peredaran gelap narkotika Golongan I jenis sabu senilai hampir Rp1 Miliar di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (28/9/2022).

Keempat terdakwa yakni Sri Susanti, warga Dusun X, Simpang Empat, Desa Simpang Empat, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Sedangkan dan 3 lainnya sesama warga Kota Tanjungbalai, Provinsi Sumut masing-masing yaitu Heriyanto alias Kodok, Putra Gunawan Panjaitan alias Dedek dan Marwan (berkas penuntutan terpisah).

Menjawab pertanyaan hakim ketua Oloan Silalahi, fakta terungkap di persidangan bahwa 3 dari 4 terdakwa masuk dalam jaringan internasional peredaran gelap sabu.

Sabu semula seberat 13 kg tersebut dijemput dari Perairan Malaysia menggunakan speedboat yang diantar orang suruhan pria bernama Gemuk (DPO).

"Sudah 4 kali berhasil Yang Mulia," kata Sri Susanti menjawab pertanyaan hakim ketua.

Fakta menarik lainnya terungkap bahwa masuknya sabu tersebut melibatkan oknum petugas berseragam berinisial UH.

"Orang Malaysia itu (Gemuk) yang berkomunikasi dengan petugas berseragam itu. Terus Saya dihubunginya. Saya kemudian berhubungan dengan (terdakwa) Marwan. Marwan juga yang berkomunikasi dengan Gemuk. Si Marwan kemudian menyuruh (terdakwa) Putra Gunawan mengantarkan 6 kg sabunya ke Saya. Kalau peran Heriyanto alias Kodok mengawasi dari jauh Yang Mulia," jawab pria berinsial UH itu.

Ketika dikonfrontir, terdakwa Marwan dan Putra Gunawan membenarkan keterangan Sri Susanti. Mereka bertiga sudah empat kali berhasil menjemput sabu dari Perairan Malaysia untuk dijual ke Kota Medan.

"Kalau Saya baru sekali ini ikut mereka Yang Mulia," kata Heriyanto alias Kodok.

Oloan Silalahi pun melanjutkan persidangan pekan depan guna mendengarkan pembacaan surat tuntutan JPU Maria Tarigan.

Sementara usai sidang Maria Tarigan mengatakan, oknum petugas berinisial UC tersebut juga disidangkan secara militer.

Para terdakwa pun dijerat dengan dakwaan primair, Pasal 114 ayat (2) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. Subsidair, Pasal 112 ayat (2) UU Narkotika Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

(cr28/www.tribun-medan.com).

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved