Jenderal Ini Berani Bicara Reformasi Polri Butuh Pemimpin Nyali Singa, Bisa Dimusuhi Dibuli Internal

Teranyar muncul isu backing judi hingga mafia judi online jadi buah bibir. Apakah Polri sudah menjalankan amanat reformasi?

Editor: Salomo Tarigan
ist via tribunnews
Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana 

#ReformasiPolri

TRIBUN-MEDAN.com - Polisi masih terus jadi sorotan publik. 

Di tengah pengusutan kasus pembunuhan Brigadir J yang bikin gempar tanah air.

Teranyar muncul isu backing judi hingga mafia judi online jadi buah bibir.

Bagaimana pula dengan birokrasi Polri?

Apakah Polri sudah menjalankan amanat reformasi?

Baca juga: Ferdy Sambo Segera Diadili, Jaksa Agung Pastikan Berkas Kasus Brigadir J Lengkap, Semakin Semangat

Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri Brigjen Pol Chryshnanda Dwilaksana mengungkapkan bahwa reformasi birokrasi di institusi Polri sulit terlaksana.

Ada sejumlah hal yang menjadi penghalang.

Chryshnanda menuturkan salah satu penghalang adalah banyak anggota Polri yang mencoba mereformasi birokrasi justru dimusuhi dan dibuli oleh internalnya.

"Reformasi birokrasi pasti diamini namun setelah itu yang akan mereformasi pasti dibuli dan dimusuhi. Karena saya sebagai polisi kita ingin mengatakan jujur dibilang penghianat, di luar sama saja. Tentu saja lebih sulit," kata Chryshnanda dalam diskusi di Auditorium CSIS, Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Baca juga: Segera Sidang! Muncul Pengakuan Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang Terbaru

Menurut Chryshnanda, reformasi birokrasi seringkali dihianati dan dijadikan sebatas pelengkap administrasi.

Sebaliknya, reformasi birokrasi kerap dijadikan topeng agar dipuji padahal kenyataanya bohong.

Baca juga: Terkuak Akhirnya Lesti Kejora Ngadu ke Polisi Korban KDRT, Dulu Nikah Dituding Settingan Belaka

"Reformasi birokrasi tak ubahnya menyembuhkan orang yang kecanduan dan mabuk KKN," jelasnya.

Oleh karena itu, kata Chryshnanda, reformasi birokrasi perlu adanya nyali, ide, kekuasaan, massa pendukung hingga waktu yang tepat.

Termasuk, membangun infrastruktur dan sistem yang dapat meminimalisir peluang penyimpangan.

"Reformasi birokrasi perlu pemimpin bernyali singa untuk mengaumkan kebijakan-kebijakan reformisnya," pungkasnya.

Tribunnews.com/Igman Ibrahim)

Baca juga: Lesti Kejora Lapor KDRT, Rizky Billar Akan Dipanggil Polres Metro Jaksel, Polisi: Pelakunya Suami

Jenderal Ini Berani Bicara Reformasi Polri Butuh Pemimpin Nyali Singa, Bisa Dimusuhi Dibuli Internal

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved