Polda Sumut

Kapolda Sumut Beri Perhatian Khusus Kepada Anak Korban Kekerasan

Anak berinisial FSH (4) yang menjadi korban kekerasan oleh pamannya JS (33) dan bibinya M (24) mendapat kejutan dengan kehadiran Kapolda Sumut

Istimewa
Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak saat membesuk FSH korban penganiayaan oleh paman dan bibinya. 

Kapolda Sumut Beri Perhatian Khusus Kepada Anak Korban Kekerasan

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Anak berinisial FSH (4) yang menjadi korban kekerasan oleh pamannya JS (33) dan bibinya M (24) mendapat kejutan dengan kehadiran Kapolda Sumut Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak di RS Bhayangkara Medan, Rabu (29/9/2022).

Irjen Panca Putra Simanjuntak didampingi Brigjen Pol Dadang Hartanto menjenguk anak korban kekerasan yang sudah 5 hari dirawat di RS Bhayangkara TK II Medan.

FSH adalah pasien rujukan dari RSUD Tanah Karo di mana pada saat masuk RS Bhayangkara Medan dalam kondisi lemah, Deman Tinggi, sesak dan tidak sadar selama 3 hari akibat riwayat benturan di bagian kepala.

Saat ini FSH telah menerima perawatan secara intensif dari dokter-dokter di RS Bhayangkara Medan.

"Saat ini korban tengah dalam perawatan intensif oleh dokter spesialis saraf, dokter spesialis anak, spesialis bedah saraf dan ahli gizi. Kita akan terus pantau kondisinya hingga membaik," ujar Kapolda Sumut.

Irjen Panca juga memberi semangat dan dukungan kepada FSH untuk dapat perawatan maksimal sehingga kondisi kesehatannya dapat segera pulih dan membaik.

"Semangat ya Nak agar cepat pulih. Kamu anak hebat, anak kuat," tutur Panca yang terlihat berkaca-kaca.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumut turut mengimbau agar masyarakat mengawasi dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Apabila ada anak yang menjadi korban kekerasan fisik untuk segera dilaporkan kepada pihak kepolisian.

"Saya minta masyarakat untuk ikut mengawasi dan menjaga lingkungannya. Polri tidak akan segan-segan memproses hukum orangtua atau siapapun yang melakukan kekerasan terhadap anak," tegas Kapolda Sumut.

Sebelumnya diketahui FSH adalah anak malang yang menjadi korban penganiayaan dilakukan oleh Bibi dan Pamanya sendiri. Mariati (24), bersama suaminya Josis Sembiring (30). Kedua pelaku warga Desa Gurukinayan, dengan kejam menganiaya korban dan menelantarkannya hingga kritis.

Berawal pada bulan November 2021 lalu, Mariati (bibi korban) yang merupakan adik kandung dari bapak kandung korban, datang ke Jakarta menjemput FSH dikarenakan ibu korban pergi meninggalkan keduanya. Karena tidak ada yang mengurus korban, bapak kandung FSH menyuruh adiknya Mariati, untuk membawa korban ke Desa Gurukinayan.

Situasi ekonomi yang sulit dialami Mariati dan suaminya Josis Sembiring, ditambah orangtua korban yang tidak pernah mengirimkan uang, membuat Mariati mudah kesal dan marah setiap korban ada melakukan Mariati mencubit dan memukuli dengan rotan, memukuli dengan hanger jemuran pada bagian kaki, paha, punggung badan dan kepala korban.

 

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved