Brigadir J Ditembak Mati

KASUS SAMBO, Lagi Alasan Klasik Digaungkan Kuasa Hukumnya Agar Jaksa Tak Menahan Putri Candrawathi

Putri Candrawathi hingga saat ini masih menjalani perawatan, dan masih rutin berkonsultasi dengan psikiater.

Editor: Abdi Tumanggor
Istimewa
Kuasa Hukumnya minta Jaksa agar tidak menahan Putri Candrawathi. 

TRIBUN-MEDAN.COM - Tim Kuasa hukum Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi berharap kliennya mendapat keringanan hukum atas kasus pembunuhan berencana yang menjeratnya. Salah satu keringanan hukum yang diharapkan yakni agar istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tidak dilakukan penahanan oleh Kejaksaan.

Ketu Tim Kuasa Hukum Keluarga Sambo, Arman Hanis, mengungkapkan, pihaknya mempunyai cukup alasan meminta kliennya agar tidak ditahan, yaitu karena kliennya masih memiliki anak di bawah dua tahun.

Selain itu, lanjut Arman Hanis, kondisi kesehatan dan mental Putri Candrawathi saat ini juga belum stabil.

Akibat kondisinya yang demikian, Arman menuturkan, Putri Candrawathi hingga saat ini masih menjalani perawatan, dan masih rutin berkonsultasi dengan psikiater.

"Kami selaku tim kuasa hukum pasti memohon kepada penyidik atau Jaksa Penuntut Umum agar dapat mempertimbangkan alasan-alasan kemanusiaan," kata Arman di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

"Kondisi kesehatan klien kami khususnya menjelang proses peradilan, dan klien kami juga masih memiliki anak di bawah usia 2 tahun."

Arman menambahkan, sebagaimana diatur dalam KUHAP, bahwa pihaknya akan mengajukan surat permohonan agar Putri Candrawathi tidak ditahan.

"Pasti, kami sesuai yang diatur oleh KUHAP akan mengajukan surat permohonan untuk tidak dilakukan penahanan (terhadap Putri Candrawathi)," ujarnya.

"Kondisi kesehatan klien kami ini memang saat ini masih dalam perawatan atau masih berkonsultasi dengan psikiater."

Apabila permohonan tidak dilakukan penahanan ditolak jaksa, Arman akan mengambil langkah selanjutnya dengan memohon tetap dapat dilakukan perawatan.

"Nanti juga apabila pihak Kejaksaan atau penyidik melakukan penahanan, maka kami akan berkoordinasi untuk tetap dapat dilakukan perawatan," kata Arman.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung menyatakan berkas perkara pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J telah lengkap dan siap disidangkan.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan berkas perkara kasus pembunuhan berencana Brigadir J akan dilimpahkan ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Senin (3/10/2022) mendatang.

"Jadi pekan depan Senin 3 Oktober 2022, kami akan lakukan pelimpahan tahap dua, tersangka dan barang bukti ke jaksa penuntut umum," ujar Dedi.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved