Brigadir J Ditembak Mati

KUASA HUKUMNYA Sebut Sambo Menyesal, Tapi Tak Ada Minta Maaf ke Keluarga Brigadir J, Masih Percaya?

Kata Febri, Ferdy Sambo mengaku siap bertanggung jawab atas perbuatannya yang diakui emosional itu.

Editor: Abdi Tumanggor
HO
Ferdy Sambo 

Selain itu, pengacara keluarga Ferdy Sambo yang merupakan mantan juru bicara KPK, Febri Diansyah mengatakan bahwa Ferdy Sambo mengakui sejumlah perbuatannya saat ditemui. "Saya dan Rasamala juga bertemu langsung dengan Bapak Ferdy Sambo dalam kunjungan ke tahanan di Mako Brimob bersama tim kuasa hukum," kata Febri.

Ia mengatakan bahwa Ferdy Sambo mengakui perbuatannya dan siap bertanggung jawab. "Saat itu Pak Ferdy Sambo mengakui sejumlah perbuatan yang dilakukannya dan siap mempertanggungjawabkan dalam proses hukum yang objektif dan berimbang," ujarnya.

Bahkan, lanjut Febri, Ferdy Sambo mengatakan dirinya menyesal. "Bahwa Pak Ferdy Sambo menyesali berada dalam kondisi yang emosional pada saat itu," jelasnya.

Arman juga mengatakan, tim kuasa hukum keluarga Ferdy Sambo berharap agar proses hukum yang objektif dan berkeadilan terwujud untuk semua pihak.

"Berkeadilan bukan hanya untuk Pak Ferdy Sambo dan Bu Putri Candrawathi, tetapi juga untuk korban, keluarga korban, dan masyarakat umum," tuturnya.

Kuasa Hukum Ferdy Sambo sebut Kliennya Akan Jujur

Arman Hanis juga mengatakan, Ferdy Sambo dan Putri sudah siap menyampaikan semua kronologis yang sebenarnya.

Kliennya mengakui kekeliruan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir Yoshua alias Brigadir J. Hal tersebut diungkapkan pengacara keluarga Ferdy Sambo, Arman Hanis saat menggelar konferensi pers di Jakarta, Rabu (28/9/2022).

"Pesan Pak Ferdy Sambo dan Ibu Putri kurang lebihnya seperti ini, 'Kami menyadari ada kekeliruan yang pernah terjadi'," kata Arman Hanis.

Arman menuturkan baik Sambo maupun istrinya menyebut apa yang dilakukan keduanya akan terbuka pada persidangan nanti. "Apa yang kami lakukan akan kami akui secara terbuka di persidangan," ujarnya.

Selain itu, Arman menuturkan Sambo dan Putri berharap agar proses hukum bisa berjalan secara objektif dan adil. "Harapan kami hanya sederhana, semoga proses hukum berjalan secara objektif dan adil," ungkapnya.

Sekadar informasi, Brigadir J tewas setelah ditembak di rumah dinas eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Komplek Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).

Terkait itu, Timsus Polri sudah menetapkan lima orang sebagai tersangka dalam pusaran kasus pembunuhan Brigadir J.

Kelima orang itu adalah Irjen Ferdy Sambo, istri Ferdy Sambo, Putri Chandrawati, Bharada E, Bripka Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf. Bharada E dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan Juncto Pasal 55 KUHP dan 56 KUHP.

Sedangkan, Ferdy Sambo, Putri Chandrawati, Bripka Ricky Rizal dan Kuwat Maruf dijerat dengan Pasal 340 tentang Pembunuhan Berencana Subsider Pasal 338 Juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Ketiganya mendapat ancaman hukuman lebih tinggi dari Bharada E, yakni hukuman maksimal 20 tahun penjara atau pidana mati.

(*/Tribun-Medan.com/kompas.tv)

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved