Pemkab Dairi

Segera Launching Program Pertanian Terpadu, Bupati Dairi Eddy Berutu: 22 Hektar Siap Ditanami

Saat ini, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu sedang menggalakkan program pertanian Terpadu atau food estate.

Penulis: Alvi Syahrin Najib Suwitra | Editor: Satia
TRIBUN MEDAN/ALVI
Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu bersama Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Naslindo Sirait melihat hasil pertanian yang berasal dari Kabupaten Dairi.     

TRIBUN-MEDAN.COM, SIDIKALANG - Pemerintah Kabupaten Dairi antusias dengan program pertanian Terpadu yang akan segera di launching oleh Gubernur Sumatera Utara.

Keseriusan pemerintah Kabupaten Dairi dalam meningkatkan hasil pertanian tak lagi hanya berfokus kepada kopi dan jagung, akan tetapi hasil pertanian lainnya seperti cabai, bawang, dan kubis.

Saat ini, Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu sedang menggalakkan program pertanian Terpadu atau food estate.

Pemerintah sudah menyiapkan lahan seluas 400 hektar di kawasan Kecamatan Parbuluan, dan nantinya disana akan ditanami bahan pokok dengan target mencapai 1400 hektar.

"Kita senang karena hari ini pak gubernur mengutus pak kepala biro perekonomian untuk bisa ketemu langsung dengan para petani, kelompok tani dan para off taker lainnya. Kita ingin menunjukkan bahwasanya kita sangat serius. Kita ingin membuat petani kita itu nyaman," Ujar bupati.

Nantinya, pembukaan Food estate ini akan dilangsungkan ketika pesta Njuah - Njuah pada tanggal 13 Oktober mendatang, dengan mengundang Gubernur Sumatera Utara.

"Nanti akan ada komitmen yang akan kita tanda tangan, tadi sudah saya usulkan untuk dilakukan di pesta Njuah - Njuah, jadi setelah tanda tangan komitmen, kita akan langsung ke Parbuluan, disitu akan langsung kita tanami bibit yang sudah disediakan," Ungkapnya.

Dikatakannya, saat ini luas lahan yang sudah siap ditanami seluas 22 hektar.

"Paling tidak ada 22 hektar yang jalan dulu lah. Tentu banyak yang harus kita lakukan untuk mendukung lebih besar. Karena tidak hanya dari sektor pertaniannya saja yang harus kita pikirkan. Akan banyak dinas - dinas lainnya yang ikut tergabung. Nanti itu akan kita teruskan, karena kita perlu menganggarkan untuk di tahun - tahun berikutnya, " Bebernya.

Dalam menjalankan program tersebut, Eddy meminta semua pihak harus ikut berkontribusi termasuk masyarakat yang berperan sebagai petani.

"Masyarakat itu bukan sebagai objek, mereka lah subjeknya. Jadi mereka harus faham betul, tadi sudah kita ajari tentang pembukuan, dan lain - lain," Terangnya.

Selain masyarakat, pihak lainnya yang harus ikut berpartisipasi adalah pihak perbankan. Pemerintah Kabupaten Dairi saat berupaya meyakinkan pihak perbankan yang juga di isi oleh pihak swasta keuntungan mereka dalam program food estate tersebut.

"Pada akhirnya, mereka akan melihat, 'ini bagus gak bisnisnya'. Jadi kita sebagai pemerintah harus meyakinkan dan menjaga supaya ini konsisten, biar ada payung hukumnya. Jadi tahun kedepan akan terus tetap ada," Tegasnya.

Adapun kontribusi dari pihak perbankan yakni dengan memberikan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para petani.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved