Breaking News:

Brigadir J Ditembak Mati

Air Mata Rosti Simanjuntak Ibunda Brigadir J Tak Terbendung Saat Ingat Pesan Terakhir Sang Anak

Rasa pilu, sedih dan hancur hati masih dirasakan Rosti Simanjuntak, ibunda Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Editor: Abdi Tumanggor
HO
Ibu Brigadir Nofriansyah Joshua Hutabarat atau Brigadir J, Rosti Simanjuntak (kanan) bersama Vera Simanjuntak yang merupakan kekasih Brigadir J (kiri) saat memberi keterangan kepada awak media di Hotel Santika Premiere Slipi, Jakarta Barat, Kamis (29/9/2022). 

TRIBUN-MEDAN.COM - Rasa pilu, sedih dan hancur hati masih dirasakan Rosti Simanjuntak, ibunda Brigadir Novriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Meski berkas perkara para tersangka pembunuhan berencana Brigadir J sudah dinyatakan lengkap, namun Rosti tetap merasa kasus pembunuhan anaknya masih berbelit-belit dan belum berujung pada penyelesaian. 

Rasa pilu, sedih dan hancur hati ini juga yang membuat Rosti belum mampu menjalankan pekerjaannya sebagai guru sekolah dasar.

"Ini membuat kami terpukul, sangat terguncang akan keadilan di negara ini," ujarnya di Program Rosi KOMPAS TV, Kamis (29/9/2022).

Rosti menyatakan seorang ibu pastinya tidak pernah menerima bila nyawa anak yang dibesarkan dengan kasih sayang dirampas dengan pembunuhan secara sadis dan keji. 

Tak banyak yang diinginkan keluarga dari kasus pembunuhan Brigadir J ini. Keluarga hanya berharap kasus ini bisa terungkap secara terang benerang dan keadilan bisa diwujudkan. 

"Bantulah kami keluarga yang kecil ini untuk mengungkap kasus ini terungkap seterang-terangnya dan sebenar-benarnya agar keadilan di negeri ini diwujudkan dan kami juga keluarga dan rakyat nyaman tinggal di negeri ini," ujar Rosti. 

Rosti bercerita semasa hidup Yosua selalu mengingatkan keluarga untuk taat kepada Tuhan. Almarhum juga tidak segan untuk mengingatkan dirinya untuk membaca Alkitab.

"Bangun mama, tidur mama, usahakan baca Alkitab. Selalu Yosua menyarankan kami sekeluarga harus menjadi keluarga yang taat kepada Tuhan. Keluarga kami keluarga yang sangat pahit, jadi Yosua ini anak yang bisa hidup prihatin, dia sanggup mengerti keadaan dan kondisi keluarganya," ujar Rosti. 

Rosti mengingat sepadat apa pun pekerjaan yang dijalani, Yosua selalu menyisihkan waktu untuk menghubungi keluarga, terutama ibunya. 

Tiap malam ia selalu mendapat telepon dari Yosua untuk mengingatkan berdoa sebelum tidur. 

"Kalau malam pesan atau telepon tidak terangkat, subuh pasti dia telepon lagi, membangunkan sekaligus mengingatkan saya untuk berdoa," ujarnya. 

Bahkan percakapan terakhir Yosua kepada Rosti di tanggal 8 Juli 2022 tetap mengingatkan sang ibu untuk membaca Alkitab, kemudian menanyakan keadaan keluarga di Jambi.

"Pagi dia mengatakan mau pulang, jam 10.05 WIB setelah itu Yosua hanya membaca dan tidak ada lagi membalas pesan WA kami, itu yang terakhir," ujar Rosti dikutip dari acara Rosi Kompas TV.

Ibunda Brigadir J Harap Ferdy Sambo Cs Dihukum Seberat-beratnya

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved