Betor Demo

Belasan Betor Demo di Polrestabes Medan, Minta Polisi Tahan Pelaku Kasus Pertikaian Antara WNA

Sejumlah warga yang tergabung dalam Rakyat untuk Keadilan dan Supermasi Hukum (Raksahum), menggelar unjuk rasa di depan Polrestabes Medan.

Penulis: Alfiansyah | Editor: Muhammad Fadli Taradifa

Belasan Betor Demo di Polrestabes Medan, Minta Polisi Tahan Pelaku Kasus Pertikaian Antara WNA

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Sejumlah warga yang tergabung dalam Rakyat untuk Keadilan dan Supermasi Hukum (Raksahum), menggelar unjuk rasa di depan Polrestabes Medan.

Para pengunjuk rasa yang sebagian besar ini terdiri dari penarik becak bermotor (Betor), menuntut agar pelaku penganiaya bernama Shahbaz Ahmad warga negara asing (WNA) asal Pakistan ini ditangkap.

Mereka menuding bahwa Shahbaz Ahmad, telah melakukan penganiayaan terhadap Izaz Bassa yang juga WNA Pakistan.

Menurutnya, Kuasa Hukum Izaz Bassa, Sadam Husein peristiwa penganiayaan itu terjadi di salah satu tempat travel umroh yang berbeda Jalan Gatot Subroto, Kota Medan, pada bulan April 2022 silam.

"Perkara ini terjadi di April 2022 warga negara asing dengan warga negara asing sebenarnya, kita berharap warga negara asing (pelaku) ini, jangan merasa dia bisa membeli hukum dan kebal hukum di Indonesia ini," kata Sadam kepada Tribun-medan, Jumat (30/9/2022).

Ia meminta kepada pihak kepolisian, agar segera menangkap pelaku yang sebelumnya telah ditetapkan tersangka oleh pihak kepolisian.

"Kita berharap dia (pelaku) ditahan sebenarnya, karena sampai saat ini ditangguhkan, saya pun bingung kenapa ditanggungkan, ini warga negara asing, yang dalam hukum imigrasi kalau jadi tersangka saja bisa di deportasi," sebutnya.

Namun, saat ditanyai tentang kronologis dan motif kejadian.

Ia mengaku tidak mengetahui nya, karena belum pernah menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan atau SP2HP.

"Mungkin karena arogansi, saya nggak paham juga. SP2HP sampai sekarang tidak diberikan," bebernya.

Dikatakan Sadam, peristiwa penganiayaan tersebut mengakibatkan kliennya mengalami luka parah.

"Luka berat (korban). Saya duga, mungkin merasa dirinya power full, pelaku ini memiliki uang, kaya raya. Pelaku ini bukan klien saja jadi korban, banyak sebenarnya, karen yang lain itu tidak punya uang dan nggak punya akses mungkin nggak melapor," tuturnya.

Dijelaskannya, antara pelaku dan korban memiliki hubungan pertemanan.

Amatan tribun-medan, setelah para peserta unjuk rasa diterima di ruangan Satreskrim Polrestabes Medan.

Para pengunjuk rasa ini pun meninggalkan halaman Polrestabes Medan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa menjelaskan, untuk kasus tersebut saat ini proses nya masih berjalan.

"Untuk perkara berjalan. Peserta unjuk rasa bertanya, karena adanya sumbatan informasi tentang penanganan. Sudah kami sampaikan dan peserta unras puas dengan informasi yang kami berikan," pungkasnya.

(cr11/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved